http://bloggerasahan.blogspot.com

Silahkan Copy kode diatas untuk

menempelkan banner blogger asahan di blog anda..

Asahan News

27 Agustus, 2009

Misteri Gua di Bukit Katarina kisaran asahan


21.22 |

Cerita Rakyat Asahan
Oleh Ki Gendheng & Adi Sunarto
Dimuat Majalah Misteri Edisi Desember 2007
Dipublikasikan ulang oleh :
seputar asahan

Bukit Katarina adalah nama sebuah bukit kecil di kawasan Kelurahan Sei Renggas, Kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Lokasi ini tidak jauh dari RS. Ibu Kartini, dan berada di dalam areal HGU PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) di tepi Sungai Silau. Oleh sebab itu, dibukit ini terdadapat tanaman pohon karet perkebunan milik PT. BSP. Nama bukit Katarina itu sendiri menurut cerita dari mulut kemulut diambil dari nama RS. Ibu Kartini yang dulunya sering disebut dengan nama RS. Katarina. Konon, untuk pertama kalinya dokter di RS itu bernama Dokter Chatherine yang ditugaskan dari negeri Belanda.

Jika dilihat sepintas, bukit Katerina merupakan gundukan tanah biasa yang tingginya mencapai kurang lebih 50 meter. Tempat ini sepertinya tidak terdapat hal-hal yang aneh atau luar biasa. Bahkan, ketika terjadi gempa Nias, Sumatera Utara pada malam hari, sekitar pukul 23.00 wib, beberapa tahun yang lalu, terdengar pula isu tsunami di wilayah Asahan. Tak ayal, bukit Katerina menjadi tujuan masyarakat Kisaran dan sekitarnya sebagai tempat mengungsi. Sehingga bukit tersebut penuh sesak dengan warga masyarakat. Padahal isyu tsunami hanya isapan jempol, yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan suasana keruh dengan maksud agar masyarakat dilanda kepanikan.

Memang, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata bukit Katerina menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan. Bagi seorang yang memiliki kemampuan spiritual linuwih, atau yang memiliki indera keenam, pasti akan meresakan sesuatu yang berbeda bila melawati temoat ini.

Menurut kisah yang sudah ada sejak turun-temurun, pada sekitar abad XVII, bukit Katerina adalah tempat bertempurnya panglima perang kerajaan Cina dengan Raja Maria Pane ke-7 dari Buntu Pane Asahan, bernama Datuk Daurung. Kemudian setelah bertarung adu kesaktian, tidak ada yang kalah dan menang, maka masing-masing mengeluarkan aji pamungkas, yaitu menjelma menajdi seekor ular naga dan ikan dundung. Keduanya lalu terjun ke sungai Silau. Mereka bertempur dengan mengandalkan kesaktian masing-masing. Akan tetapi, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina dapat dipukul jatuh, tertusuk sanai (patil) dari ikan dundung jelmaan Datuk Daurung. Naga itu meraung-raung menahan sakit dan menggelepar, yang akhirnya terkulai hanyut dan terkapar di hilir sungai Silau tidak seberapa jauh dari bukit itu. Setelah ratusan tahun kemudian, menurut cerita secara turun temurun dan sudah menjadi semacam legenda di masyarakat, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina siuman dari pingsannya yang cukup lama. Diiringi hujan lebat, petir sambung menyambung sehingga terjadilah banjir besar.

Kemudian ular naga tersebut berkisar-kisar (berenang-renang) dan menghanyutkan diri menelusuri Sungai Silau sampa sungai Asahan di kota Tanjung Balai). Selanjutnya menuju ke Selat Malaka.

Perkampungan di kawasan tempat naga berkisar tersebut akhirnya disebut dengan nama Kampung Kisaran Naga. Sekarang menjadi Kelurahan Kisaran Naga dan kota yang berada di dekat sungai Silau disebut dengan nama Kisaran, sebagai ibukota Kabupaten Asahan.
Memang, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti, kapan perkampungan itu mulai disebut dengan nama Kisaran Naga, demikian juga nama Kisaran.

Kembali ke bukit Katerina, Tim Jelajah Misteri mendapat penjelasan dari Sukino, seorang buruh kebun Tanah Raja yang pernah menjalani rawat inap selama 14 hari di RS, Ibu Kartini pada tahun 1971.

Sukini berkisah. Saat itu, kebetulan malam Jum’at. Dia bermimpi didatangi seorang laki-laki gagah perkasa berpakaian seragam kebesaran Cina. Kemudian diajak masuk ke istana di bawah bukit Katerina.

Bibir Sukino berdecak kagum karena istana tersebut sangat indah, diterangi lampu-lampu gemerlapan, dengan hiasan istana bertatahkan ratna mutu manikam.

Kepada Misteri, Sukino menceritakan. Dirinya disambut cukup hormat oleh punggawa dan dayang-dayang istana. Kemudian dipersilahkan duduk di atas permadani lembut. Distu talah tersedia pula bermacam ragam makanan yang tampaknya cukup lezat dan mengundang selera makan.

“Selama berada di istana gaib di bawah Bukit Katerina, rasanya saya tidak ingin pulang karena suasana di ruangan itu sangat indah dan nyaman. Apalagi didampingi wanita-wanita muda belia yang cantik rupawan,” cerita Sukirno.

Namun, ketika akan mengambil makanan yang terhidang, tiba-tiba seperti ada kekuatan gaib yang menarik tubuhnya ke luar dari istana. Di saat itulah, dia terbangun dan yang ada hanya ruangan rumah sakit yang sepi. Hanya ditemani beberapa orang pasien lain yang tertidur pulas.
Jam dinding menunjukkan 03.15 wib. Sukirno merasa bersyukur tidak sempat menyantap makanan di istana itu. “Jika tidak, mungkin saya akan terus berada di bawah bukit Katerina menjadi budak dedemit yang tidak lain adalah makhluk halus penjaga Gua Bukit itu,” tambahnya mengenang mimpi 36 tahun silam itu.

April lalu, Misteri bersama Adi Sunarto coba menelusuri lebih jauh kemisteriusan gua di bukit Katerina itu, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana keangkerannya. Di perapatan Simpang Kartini, persisnya persimpangan jalan Lintas Sumatera menuju kota Pematang Siantar, kami berhenti makan di sebuah warung kecil. Tak lama kemudian, datang seorang lelaki tua yang kami taksir berusia hampir 80-an, singgah di warung yang sama. Bahkan kami diajak mampir ke rumahnya.

Tawaran kakek Samudi, demikian kami memanggilnya, untuk mampir, tentu tidak kami sia-siakan.

“Mungkin dari kakek tua itu kita mendapat informasi tentang misteri Bukit Katerina,” ujar Adi Sunarto.

Kakek Samudi mengendarai sepeda bututnya, sementara kami mengendarai sepeda motor menuju rumahnya.

“Bila sudah lihat rumah kecil berdinding papan, atap nipah dan di depannya ada pohon bunga kenanga, di sebelah kiri jalan, itulah rumah saya,” kata kakek Samudi sambil mengayuh sepedanya.

Sudah tentu kami melaju lebih dahulu meninggalkan kakek tua itu. Akan tetapi, kami tak habis pikir, setelah kami melihat sebuah rumah tua dan sederhana seperti dijelaskan kakek Samudi, ternyata orang tua itu sudah menunggu di depan pintu. Sepeda bututnya disandarkan di sebuah tunggul pohon kelapa di samping rumahnya.

Misteri dan Adi Sunarto hampir tidak percaya apakah yang ada di depan pintu adalah benar kakek tua itu adanya. Adi Sunarto membelokkan motornya ke rumah tua itu. Dan benar, yang sudah menanti kedatangan kami di depan pintu adalah kakek Samudi.

Misteri bertanya dalam hati, ilmu apa yang digunakan kakek tua itu hingga dapat mendahului kendaraan yang kami naiki? Sementara kami sendiri tidak melihat kapan dia mendahului kami.

“Silahkan masuk ke gubuk saya!” Ajak kakek Samudi mempersilakan.
Masih dengan rasa heran bercampur takjub, kami masuk ke rumah sangat sederhana berukuran 5x7 meter, dinding papan yang sudah lapuk, lantai tanah dan atap nipah itu
Di ruang tamu yang kecil dan sempit, ada sepasang kursi rotan yang reot, di depannya terdapat sebuah meja terbuat dari papan yang sudah mulai dimakan rayap. Kami memandangi beberap foto kusam terpajang di dinding.

Ketika kami tengah asyik melihat foto sepasang pengantin sedang duduk di pelaminan, kakek Samudi tiba-tiba berujar, “Itu gambar kami sewaktu jadi pengantin.”

Tanpa peduli pada keterkejutan kami, dia lalu duduk sambil meletakkan tiga gelas air putih. Untuk menutupi keterkejutan kami, Adi Sunarto memuji foto kakek Samudi sewaktu masih muda. “Dulu waktu mudanya, kakek ganteng juga ya?” Kata sahabat Misteri itu.
Orang tua yang disebut dengan nama Samudi hanya tersenyum sambil mempersilahkan kami minum.

Hampir satu jam kami berbincang-bincang dengan kakek Samudi sekitar cerita Bukit Katerina. Dari kakek itu, kami mendapat keterangan bahwa bukit itu pernah dijadikan tempat pemujaan orang-orang Cina dengan membangun tapekong dipuncaknya, karena memang dianggap keramat dan memiliki daya magis cukup kuat.

Menurut kakek Samudi, di bawah bukit itu terdapat gua di dalam air berbentuk bangunan kuno. Tapi kakek tua ini tidak dapat menjelaskan tahun berapa gua itu mulai ada.
“Yang pasti goa itu sudah lama ada di sana!” Katanya.
“Apa kakek sudah pernah masuk ke gua itu?” Tanya Misteri.
Kakek Samudi mengerutkan keningnya yang keriput, lalu menjawab; “Saya pernah melakukan tapa brata di dalam gua itu, Nak, selama 40 hari,” ujarnya. Kakek tua yang mengaku datang dari Jawa Timur ke Sumatera Utara sebagai kuli kontrak itu, juga menceritakan bahwa pernah terjadi seorang laki-laki mati terbunuh di bukit itu. Tapi tidak diketahui siapa pembunuhnya. Laki-laki yang terbunuh dengan sangat mengenaskan. Kepalaya dipenggal hingga terpisah dari badannya.

Mendengar cerita kakek Samudi tentang orangmati terbunuh itu, Misteri teringat ketika suatu malam dibulan Suro tahun 2005, seorang penjual bandrek jatuh pingsan di samping gerobak jualannya.

Setelah sadar, dia menceritakan bahwa dia telah didatangi oleh orang yang ingin membeli bandreknya, akan tetapi alangkah terkejutnya karena di keremangan malam itu, dia hanya melihat orang itu hanya kepalanya saja tanpa badan.

Menjelang maghrib, kami baru keluar dari rumah gubuk kakek Samudi. Sebelum kami pamit, kakek tua itu berkata, “Kalau kalian mau menengok gua tadi, besok kalian bisa datang lagi supaya dapat melihat dari dekat. Tapi kalian tidak bisa masuk ke dalam gua itu tanpa saya. Karena gua itu cukup angker,” ujarnya.

Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan kakek Samudi, kami kembali berangkat ke rumah si kakek tua. Jujur saja, kami sangat tertantang dengan pengakuannya yang katanya sanggup menunjukkan gua di bawah bukit Katerina itu.

Akan tetapi, keanehan menimpa kami. Ketika tiba di kelurahan Sei Renggas, kami seperti orang kebingungan. Bagaimana tidak? Rumah kakek Samudi yang kemarin kami kunjungi tidak ada lagi di pertapakannya.

“Mungkin kita tersesat!” Kata Adi.
“Tak mungkin! Karena jelas sekali ini rumahnya, ditandai ada tunggul pohon kelapa di depan rumahnya,” jawab Misteri.

Akhirnya kami memutuskan untuk menanyakan kepada penduduk yang tinggal tidak jauh dari tempat kami mampir kemarin. Kami semakin bingung, karena menurut penjelasan salah seorang penduduk, selama ini tidak ada rumah di kawasan itu dan tak ada seorang kakek bernama Samudi. Jadi, siapa sebenarnya kakek itu? Sungguh mengherankan!
Dengan perasan kecewa bercampur heran, kami kembali dan memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan Bukit Katerina yang masih mengandung misteri. Menjelang Dzuhur, kami sudah berada di bukit itu. Biarlah tak dapat masuk ke gua kaerna kakek Samudi tidak ada, asalkan bisa mengambil gambar mulut gua itu.

Adi Sunarto sudah standby denga kameranya menjepret Bukit Katerina dari jalan Lintas Kisaran-Pematang Siantar. Lalu kami turun sedikit melihat bibir sungai Silau untuk melihat gua di bawah bukit itu.

Akan tetapi, mulut gua itu tidak dapat kami lihat dengan jelas, karena bibir gua dari seberang sungai (dari Desa Tanjung Alam). Perjalanan dari Bukit Katerina ke Desa Tanjung Alam memakan waktu sekitar 20 menit.

Di Dusun II Desa Tanjung Alam, kami bertemu dengan Hartono yang dapat menunjukkan tempat yang strategis untuk dapat mengambil foto mulut gua dibawa bukit Katerina itu, karena lebar sungai hanya sekitar 30 meter saja.

Selain mengambil foto, terjadi peristiwa yang cukup aneh. Dalam keadaan antara sadar dengan tidak, kawasan di sekeliling tempat kami berdiri seketika berubah menjadi gelap. Kemudian perasaan kami digandeng oleh seorang laki-laki misterius berjalan di atas air sungai dan dalam tempo cukup singkat, kami telah sampai di mulut gua di bawah Bukit Katerina.
Misteri dan teman tak habis pikir, mengapa kami bisa berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di atas tanah? Setibanya di pintu gua, orang tua misterius itu membawa kami masuk ke dalam gua yang gelap dan dingin.

Lelaki tua itu segera menyalakan obor yang diambil dari dinding gua. Cahayanya menyinari ruang di dalam gua itu. Kami sangat terperanjat, ketika dari sinar obor itu kami lihat wajah lelaki tua misterius itu ternyata adalah kakek Samudi.

Tanpa berkata-kata sedikitpun, kakek Samudi membawa kami mengelilingi gua yang dingin itu. Di sudut gua, kami melihat ada dua sinar bulat berwarna kuning keemasan. Bau harum menusuk hidung. Kakek Samudi yang berjalan di depan segera duduk bersila di hadapan sinar tersebut dan tanpa diperintah, kami mengikuti gerakan kakek tua misterius itu.
Ternyata sinar tersebut adalah sepasang mata dari sosok makhluk bermahkota yang duduk di atas altar batu. Tampaknya seperti kepala seekor ular besar. Rasa takut mulai timbul menyusul bulu roma kami yang berdiri tegak.

Kakek Samudi mulai buka bicara, “Ampun Paduka, dua orang ini adalah cucu hamba yang ingin mengetahui keberadaan gua ini. Mohonlah Paduka dapat memaafkan kelancangan mereka.” Entah mengapa, kakek Samdi menyabut makhluk itu dengan panggilan paduka.
“Ya, aku tahu sejak kemarin ada orang ingin tahu tentang gua ini. Tapi maksudnya baik,” jawab makhluk itu dengan suara berat menggetarkan ruangan gua. Bahkan, kelelawar hitam yang bergelantungan didinging gua berhamburan keluar, sambil bersuara gemuruh memekakkan telinga.

“Apa yang kalian cari?” Makhluk aneh itu bertanya kepada kami.
Adi Sunarto memandangi Misteri sejenak, kemudian memandangi wajah kakek Samudi. “Ampun, Paduka! Mereka berdua tidak mencari atau menginginkan sesuatu. Cucu hamba ini hanya ingin memastikan bahwa di bawah bukit ini memang benar ada sebuah gua, jadi mereka meminta hamba untuk membawa mereka kemari,” jawab kakek Samudi.
Gua di dalam air, di bawah bukit itu terasa semakin mencekam. Udara semakin dingin menusuk sumsum.

Makhluk aneh itu kembali bersuara. “Baiklah, akan tetapi jika ingin datang lagi, kalian harus membawa sesaji satu ekor ayam jantan berbulu wulung (hitam mulus), ari-ari dari bayi laki-laki yang lahir hari Jum’at Kliwon dan bunga macan kerah.

Ayam dan ari-ari, kalian cemplungkan ke air sungai Silau dan ketika itu kalian akan sampai ke mulut gua ini. Kemudian taburkan bunga macan kerah ke pintu gua dan dayang-dayangku akan mempersilhakan kalian masuk.” Ujarnya panjang lebar.

Tak lama kemudian, sinar mata makhluk itu meredup dan padam. Gua kembali menjadi gelap. Kakek Samudi memberi hormat, lalu berdiri dan berjalan menuju mulut goa. Kami mengikutinya dari belakang.

Anehnya, kami tidak sadar kapan kakek Samudi membawa kami keluar gua dan menyeberangi sungai seperti tadi, saat kami pergi.

Yang pasti, tiba-tiba saja kami sudah berada di seberang sungai, tempat kami tadi mengambil foto mulut gua itu. Bahkan yang tak kalah aneh, kakek Samudi pun tak ada bersama kami lagi.
Dalam kebingungan, kami mengingat-ingat pesan makhluk aneh tadi. Kalau ayam jago wulung dan kembang macan kerah amat mudah kami peroleh. Akan tetap tentang ari-ari jabang bayi laki-laki yang lahir pada hari Jum’at Kliwon, disamping sangat sulit juga tidak mungkin kami bisa mencarinya.

Matahari telah condong ke barat, sebab tanda hari sudah sore. Kami pun bergegas pulang dengan membawa pengalaman spiritual yang tak mungkin bisa kami peroleh lagi di tempat lainnya. Namun, ada sedikit penyesalan, mengapa kami tidak menanyakan kepada kakek Samudi siapa atau makhluk apa yang bersemayam di dalam gua di bawah bukit itu?
Misteri juga terlupa tidak menanyakan siapa sebenarnya kakek tua misterius yang mengaku bernama Samudi itu?

Hingga kini, gua di Bukit Katerina dan kakek Samudi tetap menjadi misteri yang entah kapan dapat terungkap.


You Might Also Like :


59 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya termangu membaca tentang cerita bukit Katini, karena saya dulu sekali sangat sering bermain dan kadang memancing disitu. orangtua saya dulu berdinas di PT.Uniroyal yang sekarang berubah jadi Bakrie Plantation dan ditempatkan di emplasmen Tanah Raja tidak jauh dari bukit tsb, jalannya dr samping bukit tsb kira2 1 km. Jadi kami anak2 seringkali main2 ke bukit itu, pada saat itu antara thn 1971 s/d 1974. Diatas bukit tsb memang terdapat semacam pagoda kecil buat sesembahan orang cina dan ada kuncennya, dan pada hari Raya sangat ramai dikunjungi orang.Tentang gua dibawah bukit tsb memang benar adanya, walau saya tdk menyatakan itu dr kacamata magic dan tdk mengetahui hal2 demikian. Sekali waktu kami pernah memancing dikaki bukit tsb diarah kiri bila kita dr kisaran, persis di tikungan sungai Silau, dan posisi kami memancing hanya sekitar setengah meter dr permukaan sungaiditengah2 gelaga yang banyak tumbuh disitu, dan waktu sudah sore menjelang magrib.Tiba2 teman saya berkata, "lihat ada yang hanyut, sepertinya kerbau, bisa dapet duit nih....". Saya lihat memang ada yang mendekat berupa onggokan hitam, cuma mata dan lobang hidungnya saja yang tampak, bukan satu, malah ada 3. Begitu mahluk tsb mendekat, teman saya memukul2kan batang pancingnya kekepala mahluk tersebut, eee... malah mangap mulutnya dan terlihat gigi2 yang besar2 dan tajam,ya ampun, kami tersadar itu mah bukan kerbau, tapi buaya, yang memang sering juga kami lihat berjemur2 kalau siang di beting (semacam pulau pasir ditengah sungai terutama kalau musim kemarau). Dan kamipun langsung loncat, dan lari naik keatasan, dan si buaya itu mau naik juga keatas. jangan ditanyalah apa kami takut, ya siapa yang gak takut!Tapi kami jg tdk berlari jauh, kami lihatin aja buaya2 tsb, dan akhirnya mereka masuk lagi kesungai dibawah tanah tempat kami memancing tadi, saat itu jarak kami hanya sekitar 4 mtr, dan dari situ kami tahu, rupanya buaya2 tersebut memang bersarang disemacam gua dibawah bukit tsb, mungkin gua yang terbentuk oleh gerusan air sungai selama bertahun2 atau ratusan tahun, yang memang persis dimana sungai tersebut berbelok. Sulit membayangkan bagaimana gua tersebut dan berapa dalam, berapa besar dsb, kami juga tdk berminat utk mencari tahu kalau penghuninya juga berbahaya begitu.hampir setiap tahun disungai tsb makan bala menurut istilah setempat, maksudnya meminta korban manusia, dan sangat beragam cerita2 tragis dibukit tsb, ada yang bunuh diri, dibunuh, dsb, tapi yang jelas waktu kami disitu tidak merasakan hal2 yang gaib dsb, makanya kami jadi sering main2 disitu.

Anonim mengatakan...

Ada satu bukit lagi agak jauh dari situ masuk kepedalaman perkebunan dinamai Bukit Setan atau Bukit Hantu, konon dulu pernah satu mandoran ( istilah perkebunan utk satu grup pekerja dgn satu mandor memimpinkira2 20 s/d 30 pekerja) lenyap ditelan bukit itu, alias menghilang semuanya tdk bersisa.
Saya pernah pd satu siang melintasi bukit trsbt sendirian dengan sepeda motor, kecepatan kira2 70km/jam
dijalan perkebunan yang cuma pasir. Tiba2 dikejauhan saya lihat ada seperti kayu balok ditengah jalan, tapi cuma sebagianjalan, dalam hati saya cuma berkata, ah cuma sebagian aja kok, masih bisa lewat, sayapun tdk mengurangi kecepatan. tapi begitu mendekat saya lihat seluruh jalan sdh tertutup, dan seketika sadarlah saya itu bukan balok, tapi ular yang sangat besar, dan reflex saya rem, dan motor pd kecepatan segitu tetap meluncur diatas pasir sampai akhirnya saya terjatuh dan mesin motor malah mati, dan saya jatuh terduduk disamping motor yang tergeletak hanya sekitar 3 mtr dari ular tersebut. jalan kebun itu lebarnya ada 5 mtr, wkt saya jatuh kepala ular tsb sdh masuk ke parit disebelah kanan, sementara sisa badannya masih entah berapa meter lagi diparit sebelah kiri.Sekarang baru saya tahu, warna seperti itu dari jenis phyton, dasar hitam coklat, bintik2 kuning, putih, merah. Saya ingat cerita2 org kampung agar jgn bergerak, sayapun jongkok dan siap2 lari bila didatangi ular tsb walau hampir tak mungkin lari lbh cepat dr ular tsb didaerah seperti itu.Saya jongkok diam dan menunduk saja tapi melirik kearah ular tsb, mungkin krn suara gaduh motor jatuh tsb dia tiba2 berhenti, kepalanya yang sdh masuk keparit kanan tadi keluar lagi dan menatap kearah saya, mungkin ada sekitar 3 menit, dan cuma diam saja menatap. Sayapun tdk berani menoleh kanan kiri lihat apa ada orang atau gembala yang bisa dimintain tolong, dan cuma bisa pasang kuping, tapi anehnya, tidak ada suara sama sekali, senyap, anginpun tidak ada, sepertinya mahluk apapun yang ada disekitar situ pd menahan nafas. Saya tetap mematung, dan akhirnya ular tsb perlahan kembali melanjutkan perjalanannya ke Bukit Hantu tsb, dan saya dengar suara badanya bergeser diatas pasir, seperti orang menyeret karung dipasir, ...selamat....selamat..., kalau tidak saya cuma tinggal riwayatnya saja, dimakan ular di bukit hantu.
Saya mengatakan ke bukit Hantu, karena bukit tsb haya sktr 30 mtr dari jalan tempat saya jatuh td, dan disebelah kanan saya, sementara ular tersebut dari arah kiri entah habis dari mana mau pulang sepertinya ke bukit tsb. Waktu ular tsb berjalan kembali, saya agak melongok2 keparit kanan, jangan2 saya diperangkapnya dan akan diterkam dr belakang, tp saya lihat dia bergerak terus kearah bukit itu, dan saya lihat sisa badannya yang ada diparit kiri lebih panjang lagi dr badannya yang dijalanan, taksiran saya sekitar 12 meter panjangnya, diameter terbesar didaerah perutnya ada sekitar 30 cm, tp saya lihat perutnya kempes aja, artinya dia belum habis makan sesuatu atau seseorang, dan biasanya dlm keadaan bgt ular bisa menyerang manusia, entah kenapa dia tdk bermina pada saya. Setelah badannya tdk nampak lagi, saya angkat motor tadi, dan dorong pelan2, setelah sekitar 50 mtr dr situ, baru saya starter, untung sekali starter langsung hidup, dan dgn cepat angkat kaki dr situ.
Saya sarankan, agar team jg meliput bukit tsb, dan ditempat tsb memang saya merasakan aura magis yg sangat kuat, dan sepanjang saya lewat ukit tsb, tdk pernah ada orang disana, padahal biasanya tukang deres, gembala kambing, sapi, mudah kita lihat di kebun2 karet spt itu, sepertinya tdk ada orang yg tahu yan mau dekat2 tempat itu. Bukit tsb terletak diantara Gurakh Batu dan Kampung Benteng, merupakan jalan pintas perkebunan.

Gembong Bawono mengatakan...

Apa ia sih begitu,ntar cuma mitos. Itukan kata Mas Adi, tapi kalo kata gembong beda.

joeandi. simanungkalit mengatakan...

mitos, boleh ada bole tidak, tp saya, sebagai org kisaran yang tinggal dijakarta, bangga klu ada cerita budaya seperti itu, dan dengan cerita2 aneh itu, gaib pasti ada, tapi sbg org beriman marilah kita hanya fokus pd Tuhan yang membuat semuanya indah pd wktunya.

Anonim mengatakan...

kyknya gak mungkin la....'
q pun rang kisaran...'
tiap hari lewat situ y gak papa..'

madanthio mengatakan...

Bisa gak di posting Kisaran Tempoe Doeloe!!!

Anonim mengatakan...

Kenapa kamu pandai betul mengarang cerita bohong ya?,karna dibawah Bukit katarina itu hanya ada tanah yang kena tembakan air, seningga jadi seperti goa.jangan lah selalu buat cerita bohong, dosa itu.saya asli anak kota KISARAN ,dan setiap tahun tetap naik kebukit tersebut, bahkan beberapa kali pernah naik batang PISANG menelusuri pinggiran bukit tersebut.tapi yang sebenarnya di situ memang tempat pemotongan orang di jaman G30,S PKI.sehingga setelah kejadian itu membuat orang merasa ngeri, apalagi pada waktu terjadi pembunuhan sadiss disitu, yang mana se orang wanita di tanam hidup2.dan terbongkarnya kasus tersebut setelah se ekor anjing membawa tangan sang mayat tersebut.kenapa ada orang seperti anda yang suka membuat cerita palsu?

Anonim mengatakan...

hehehehehehhe..gwe orang kisaran gan..tiap liwat bukit katarina yang gwe takutin bukan mistisnya..tapi takut ma polisinya..ada razia kagak ya?? wkwkwkkwkwk. soalnya aneh seh polisi2 tersebut razia gelap pas di tikungan bukit katarina. bagaimana nggak kaget gwe..itu baru BAHAYA!! deket ma nyawa kata Mbah2 awak dulu..wkwkwkwkk.. sip lah critanya..tetep berkreasi,tpi tolong lah yang nyata kisahnya ya..ya?!..jgn boongan ya..ya..ya?!

Yudhi Pelukiss mengatakan...

hmm..jadi kangen ma kisaran.. :-(

Masrul Purba Dasuha mengatakan...

Ingin tahu sejarah masa lalu Asahan dan siapa suku asli yg menempati wilayah itu pada mulanya. Silakan bergabung ke facebook saya: Masrul Purba Dasuha agar kita bisa berkomunikasi lebih efektif dan berkesinambungan. Salam

Anonim mengatakan...

critanya gak serem...org aq ja dlu sering pcran dibukit ktarina mlm2,gak ad ap2...jd gimn aq mo prcy ma crita kek gto..klo mo ngliput,liput ja phon bambu diblakang rmh aq mas,,dijamin pst mas gak than klo uji nyali satu malm distu mas.,soalnya ngeriii..klo maghrib ad lmpu trbangna mas..ad kakek2 pke bju putih,.nah klo dirmh aq laen lg mas,ad org tnganna lengser ketnah,org tggi bsar,ad yg suka ngetok2 pntu kmar,trus aq prnah tauk kyak tyul msuk kmar,gak tauk tyul sapa tuh mas..pokoke sereeemm mas rmh aq..

Anonim mengatakan...

Ih, serem juga sih ceritanya. tapi pas mirip di filem-filem di Indosiar itu.korban filem nih mas adi.

freddi sinurat mengatakan...

foto goa nya mana?
jgan buat berita hoax dah

prajuritbandelkisaran@gmail.com mengatakan...

setiap hari baik siang or tengah malam lewat Bukit katarina juga gak ada apa apa tuh.............paling yang sering ada cuman rampok sepeda motor............Mitos koq di besarin

kickymaulana.com mengatakan...

masak iya sih benar begitu? salahnya aku bukan orang kisaran tapi orang sei balai . ya tapi juga sumatera utara juga hehe

bandot kisaran mengatakan...

Wak labu klend semua L̲̅ªªªђ.....
Ngarang2 aaja

zzzZZ mengatakan...

Lanciau !!!

Edi suhendar mengatakan...

Kami pernah dapat ular sawah dengan panjang sekitar 3,3 meter sekitar awal thn 2013, di dekat area bukit Katharina, ketika sedang ada kegiatan replanting di sekitar kantor kami (eks. RS. IBU kartini Ruang VIP yang lama). karena msi terdapat rawa tepat di depan kantor lalu kami melepaskan ular tersebut kedalam rawa, di sekitar bukit Katharina arah jln ke terminal. lihat video pelepasan ular tsb. di : https://www.youtube.com/watch?v=U3vpSjE9JOM&feature=youtube_gdata_player

cota saniago mengatakan...

saya perna beruji nyali di situ... sekitar tahun 2011. Mulai start beruji nyali saya dan teman2 jam 24.00. saat di atas bukit, tepatnya di pekong cina . kami mulai melakukan kegiatan semacam pamitan sama penunggu di situ.... dari situ saya mulai takut. begitu diadakan pembagian tempat untuk beruji nyali. saya mala mengundurkan diri dan bergabung dengan teman2 yang menjadi pengaman saat uji nyali berlangsung. waktu berjalan cepat... saat sala satu teman saya bertanya lewat telpon ke orang yang mengikuti uji nyali, mengatakan bahwa masih belum ada tanda-tanda kedatangan makluk aneh (02.15 WIB). kami pun mulai kelelahan. mata saya terkantuk.. saya tidak sengaja menatap ke sebuah pohon sawit yang sudah tidak berbuah di dekat tepi sungai bukit kartini (mungkin sekarang masi ada, pohonya berdiri sendiri dan di selimuti rumput menjalar), entah bagai mana ada sosok kepala terjatu dari atas pohon tersebut dengan dari mulutnya keluar semacam cahaya biru. kepala itu terjatu di semak2 tepi sungai.. saya menjerit dan memberi tahu teman2 pengaman uji nyali. namun mereka tidak ada yang percaya. namun saya masih tetap meyakini bahwa yang saya liat itu benar2 kepala manusia. stelah pukul 03.00 uji nyali kami hentikan. dan kami mulai bertanya2 apa saja yang di liat oleh teman2 saya yg beruji nyali. dan sala seorang teman saya yang seorang polisi mengaku melihat seorang kake-kake berjalan mengelilingi bukit mengikuti jalan-jaln tikus yang terdapat di bukit kartini. apa mungkin itu penunggu bukit kartini yang bernama kakek Samudi...... itu masi menjadi mesteri.....!!!

Anak Malam mengatakan...

Yang Namanya Misteri selalu Asik untuk diperbincangkan......
good artikel... lanjutkan...........

luckyday mengatakan...

he he he .....senang ada blog ini setidaknya bisa menghilangkan kangen dgn kota kelahiran tercinta, kalau bukit katarina dan sungainya itu adalah tempat bermain dikala liburan sekolah....tp rasa nya sih ga pernah ada rada rada aneh disana.............apalagi saya ingat suatu waktu perna pacaran sampai jam 24 di area pekong....ga ada gangguan aman aman saja he he he .....

fani utina mengatakan...

cerita'nya ngawur gak ada bener nya
jgn2 cerita sangkuriang dan danau toba
dulu'nya awalnya begini pertama hanya di karang
terus berlanjut dari mulut ke mulut
maka jadilah cerita mitos
hahahahaha
wkwkwkwkwk

Anonim mengatakan...

kalo aku punya pengalaman yg lain masih disekitar kota kisaran juga, ada namanya sungai bunut yg membelah perkebunan Uni Royal mulai dari Gurak Batu hingga kampung Pondok Bungur. Di ujung desa Pondok Bungur ada terdapat Dam (bendungan) pembagi sungai bunut peninggalan jaman belanda. Pada jaman ku masih kecil sekitar tahun 80an di Dam ini sering kedapatan ular sawah yg besar2 dan ular paling besar yg pernah ku lihat dan udah mati dgn panjang sekitar 10 meter. Sampai sebatas itu hal yg masuk akalnya.....yg diluar nalar adalah diwaktu aku lagi sendirian di Dam itu sekita jam 6 sore kalo gak salah sekitar tahun 86...dgn suasananya yg sepi tak ada seorang pun selain aku di Dam itu aku menyaksikan dengan mata kepala ku sendiri seekor ular warna putih bermata merah, bentuk kepalanya menyerupai kepala ular kobra kluar dari buih2 yg ada di tengah Dam itu. Asli tuh ular hanya berjarak 1 meter dari aku dan menatap ku tajam dgn mata merahnya....Seketika itu juga aku mundur pela2 menjauh dri tuh ular yg masih terus menatap ku...sampai sekitar jarak 5 meter dari ular itu baru aku lari terbirit2 hehehe....sampai skrg aku masih penasaran sebenarnya itu ular betulan atau apa, kalo ular kobra spertinya gak mungkin karna tuh ular kluar dari tengah2 sungai yg airnya agak dalam

Anonim mengatakan...

bener apa gak yang abang-abang ceritakan ni. saya anak kisaran, tapi kok gak tau y.
Tapi gakpapa lah, asiiik jugak. bisa buat dongeng sebelum tidur.

Anonim mengatakan...

Ceritanya sangat bagus, alurnya juga baik, tapi admint terlalu berlebihan.
Kita sebagai Insan yang memiliki agama kurang menyukai dng adanya spekulai yang berlebihan.
Mngkin abang-abang dan saudara-saudara lbh condong ke iman masing-masing walaupun subtansinya yang berbeda.

alhadi mengatakan...

semoga misterinya cepat terungkap ya gan

Cara Baru Mengatasi Septictank Penuh Tanpa Sedot mengatakan...

mantap infonya
semoga bermanfaat bagi banyak org
thanks ya

Sefty Meliyani mengatakan...

Saya asli kisaran tapi kok gak pernah tau ada goa di bawah bukit itu yaa ??
Yang saya tau kalo malam di sekitar situ malah banyak rampok nya..
Hehehehe

Sefty Meliyani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
*zie-dhan* mengatakan...

Informasinya menarik sekali,menambah wawasan ilmu bagi saya.Terimakasih ya

Anonim mengatakan...

Cerita'a bagus dan menambah wawasan tuk asal usul sungai silo,kenapa saya tidak tanya kepada bpk Adi Sunarto sebelum beliau meninggal dunia ea tentang gua yg ada di bukit katarina,Best buat Ayah aq Alm Adi Sunarto,:)

T D Gultom mengatakan...

Dongeng yg seru...
Namanya dongeng ya...pak...?
Semoga warga Kisaran memahami cerita tersebut adalah dongeng, bukan sejarah yg benar...
Yg kita takutkan banyak orang berlomba2 datang ke lokasi tsb, dan minta sesuatu (napak).
Kisaran kota kelahiran ku, bukan ditinggali warga yg suka mimpi dan berhayal yg aneh2. Tapi warga yg semangat dan takut akan Tuhan.
Trima kasih buat semuanya bpk, abang, dan teman2 semua.

wc mampet???? solusi tepat starbio plus mengatakan...

nice post
artikelnya berkesan dan menarik
terima kasih banyak sukses terus

Selens Seren mengatakan...

www.seasonbet77.com
http://198.50.133.242
Agen Judi | Agen Bola | Agen Sbobet

Agen Sbobet
Agen Judi
Agen Bola
Agen Judi Online
Agen Casino
Prediksi Bola
Agen Tangkas
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen 1sCasino


Zusfahmizar Lubis mengatakan...

Hemmm,aku kisaran......ku rasa cerita berlebihan dah........(bongkar)

Zusfahmizar Lubis mengatakan...

Hemmm,aku kisaran......ku rasa cerita berlebihan dah........(bongkar)

Cara Menghilangkan Bau pada Bak Sampah dengan STARBIO Plus mengatakan...

mantap infonya menarik bermanfaat
serta menambah wawasan
terimakasih banyak

Anonim mengatakan...

sampe skrg di pondok bungur (sungai bunut) masih sering kok dapat ular sawah...terakhir sekitar 2 tahun yg lalu sdra ku dapat ular sawah panjang 6 meter di kebun sawitnya...ularnya lagi ngeram telurnya di bawah tumpukan daun sawit kering sekitar 3 meter dari tepi sungai bunut.

Waw mengatakan...

Kisaran itu tempat berkisarnya Naga....

Waw mengatakan...

Kisaran itu tempat berkisarnya Naga....

HUSAINUL ARIF RAMBE Arif mengatakan...

Maf semuanya saya orang kisaran saya mengkui emang benar ada goa di bawah bukit katarina yang dulunya itu adalah lubag buaya pada masa 30 spki yang mana orang- orang yang berilmu tinggi yang ditangkap pada malam hari dan di pengal atau pun di masukan ke lubang buaya. Dan satu lagi di daerah tanjung alam tepatnya di desa banjar di situ ada salah satu keturunan dari seorang dukun beranak yang pernah masuk ke dalam gua bukit katarina dimana nenek tersebut membantu kelahiran dari ratu dari kerajan di bawah bukit katariana. Dan sya sendiri pernah memasuki gua tsbut dan benar saja di dalam gua ada istana dan lorong-lorong yang amat panjag yag menembus tempat tempat tertentu. Kalau tidak percya silah kan coba saja lakukan ritual cakiwagi ya itu berjaln dengan menggunakan baju putih dengan menjujung sajen dan lantera sebagai penerangnya pasti pintu gaib nya akan terbuka.
NB. BAGI ORANG YANG MEMILIKI PENDAMPING YANG KUAT

Threedays Photography mengatakan...

Salam kenal dari Bali,
Kami menawarkan paket prewedding atau family photography (liburan di bali sambil photo prewedding atau family photo)
3 hari 2 malam hanya Rp. 5.000.000,-
Sudah termasuk :
• Menginap 3 hari 2 malam di Hotel atau bungalow di Bali (area Kuta, Seminyak, Sanur, Ubud) tergantung persediaan kamar pada hari pemesanan.
• Gratis penjemputan di Bandara Ngurah Rai ke hotel
• Biaya masuk ke lokasi pemotretan
• Makan siang atau makan malam “Halal Food” (sesuai dengan waktu pemotretan)
• free mineral water
• 2 atau 3 Photographer dan 1 assistant photographer
• Durasi pemotretan 8 – 10 Jam
• unlimited photo editing (fleksibel)
• Free slideshow
• Gratis 1 hari tour (durasi 10 H) mengunjungi objek wisata di bali
Silahkan hubungi website kami di http://www.3daysphotography.com/
Instagram https://www.instagram.com/threedaysphotography/
Mobile : 081238128654
Pin : 524E0631

lontong s mengatakan...

bongak !kombur malotup !

IBU SUNARTI DI KALIMANTAN mengatakan...

Ass...saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan nomor dan dana ghaibnya,alhamdulillah kini saya sudah bisa membuka usaha kembali yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jangan sungkan-sungkan untuk menhubungi MBAH RAWA GUMPALA karna insya allah beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi saja MBAH RAWA GUMPALA di 085==316==106==111




(((( BUKA BLO DANA GHAIB DAN NOMOR GHAIB MBAH RAWA GUMPALA ))))







Ass...saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan nomor dan dana ghaibnya,alhamdulillah kini saya sudah bisa membuka usaha kembali yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jangan sungkan-sungkan untuk menhubungi MBAH RAWA GUMPALA karna insya allah beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi saja MBAH RAWA GUMPALA di 085==316==106==111

Pemilihan Pakan Yang baik untuk ikan mengatakan...

ijin nyimak artikel nya gan
terimakasih atas informasinya

Jual Sayuran Segar Ciamis mengatakan...

terimakasih atas informasinya
di tunggu artikel lainnya sukses terus

menghilangkan panu ,bintil hitam/puith diwajah mengatakan...

artikelnya menarik banget but di baca
menambah wawasan juga
terimakasih atas informasinya

memberi nutrisi pada kulit wajah mengatakan...

terimakasih atas informasinya
di tunggu postingan selanjutnya

ica anjasari bogor mengatakan...

SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259

Mencegah Septictank Penuh Dengan Starbio Plus mengatakan...

terimakasih gan sangat baik info nya
saya suka blog nya

Lamsan Sitohang mengatakan...

Horas, Saya Jurnalis di salah satu media online nasional
saat ini sedang mengerjakan project animasi
ada cerita rakyat yang lebih menarik nggak di asahan ini ya?

sebelumnya orangtua saya juga tinggal di pulau rakyat asahan
tapi saya jarang kesana karena memang dari kecil jarang kesana paling lama juga pas hari libur
sebelumnya terimakasih


Horas Kabupaten Asahan

Cara Mengatasi Masalah Kekurangan Pakan mengatakan...

hmm nyimak dulu gan terimakasih

Anonim mengatakan...

30/01/2017
izin menyemak :D

bobo guest mengatakan...

T.O.P

bobo guest mengatakan...

T.O.P

edi mengatakan...

Ular Phyton di sekitar rawa bukit Katarina https://www.youtube.com/watch?v=DUEe9xkzvKc

Anak Kis mengatakan...

aku lebih suka cerita masa lalu kota kisaran daripada cerita dongeng sebelum tidur, soalnya takut kebawa mimpi...hehe
bagi om2 & tante2 yg udah pada merantau pergunakan waktu Anda utk bernostalgia datanglah berkunjung ke kota kisaran, mumpung hayat dikandung badan...sekian trimakasih

Azmi Ststill Starter mengatakan...

Iya ini memang benar adanya, saya yg menjamin

Anonim mengatakan...

kalo melihat dari komen2 yg ada, kita bisa melihat gambaran sekitar kota kisaran tempo dulu, di tahun 1974 ternyata di sungai silau masih banyak buayanya. dan menurut cerita nenek saya di tahun 1954 harimau juga masih ada di daerah rawang terutama rawang pasar 1 yg berdekatan dengan hutan rawa kalah itu.

Posting Komentar

Berikan komentar dengan berbahasa indonesia yang benar
Untuk cara berkomentar lebih mudah :
klik dropdown Komentar sebagai : pilih name/url
trimakasih atas komentar anda