http://bloggerasahan.blogspot.com

Silahkan Copy kode diatas untuk

menempelkan banner blogger asahan di blog anda..

Bagi Anggota blogger asahan silahkan bergabung di group mailink list blogger asahan silahkan daftar masukkan alamat email untuk mendapatkan konfirmasi
arung jeram

Daerah Wisata Asahan Sumatera Utara

Blogger Asahan Kunjungan Wisata di Asahan Pada dasarnya Kabupaten Asahan memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan usaha pariwisata. Daerah ini memiliki sejumlah obyek wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri, antara lain:

Blogger Asahan : Ombudsman Siap membantu Gratis

Blogger Asahan Buat para blogger asahan yang saat ini ditimpa masalah yang berkenaan dengan hubungan dengan kepemerintahan Ombudsman asahan siap membantu Ombudsman Asahan menampung dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan umum yang buruk dari aparat Pemerintah Daerah [Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan], Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dll. Misalnya:

Inilah Sejarah Kesultanan Asahan dari abad ke XVI

Blogger asahan Kecintaan kita terhadap Bumi asahan akan timbul apabila kita selalu menelusuri sejarah asal usul asahan,Sepantasnya kita sebagai warga Asahan mengetahui sejarah asahan tersebut sehingga anak cucu kita nanti mengerti akan keberadaan daerahnya.

Blogger Asahan : Membuat widget Ilove Indonesia

Blogger Asahan Saudaraku Lihat ada Gambar menyamping dari sudut kanan atas I love Indonesia dan apabila kita menarik scrol ke bawah dia tetap ikut.Itu namanya : adiWidget ™ adalah gambar statis untuk diletakkan di sudut Blog atau web kita. Dapat digunakan untuk memberikan mood Anda web dengan gambar yang Anda inginkan.

Blogger Asahan : Ucapan Selamat kepada Taufan Surya Pemimpin Baru Asahan

Blogger Asahan Seluruh Blogger Asahan menyampaikan selamat kepada Bapak Drs H Taufan Gama Simatupang sebagai Bupati Asahan Terpilih dan Bpk H. Surya, B.Sc Sebagai wakil Bupati Asahan, para blogger mengharapkan kepada Bupati dan wakil bupati Asahan yang baru agar memperhatikan juga tentang adanya dunia teknologi online khususnya buat para blogger asahan,

Asahan News

30 Agustus, 2009

Blogger asahan : Berbuka bersama dengan Face Book Kreatif Asahan Comunity

Posted On 21.27 by Syahrizal Pulungan 0 komentar

Blogger asahan
Pada tanggal 29 Agustus 2009 FBKAC ( Face Book Kreatif Asahan Comunity ) dengan blogger asahan mengadakan acara berbuka bersama di Pondok Kelapa Kisaran asahan jln Imam Bonjol yang dihadiri oleh para Facebooker dan blogger asahan yang diprakarsai oleh Ketua FBKAC Kisaran asahan oleh mbak Sri pemilik Warnet Kartika Kisaran depan Rumah Sakit Umum Kisaran.

Dalam acara berbuka bersama tersebut,turut juga hadir sosok generasi Kisaran yang berkarir di Jakarta Bp.Guntur Zaaz selaku Advokad ternama di Jakarta. ( saudaraku bisa lihat profil beliau di Facebook dengan ID : Advokad Guntur ) yang secara berketepatan beliau sehari sebelumnya tiba di Kisaran dalam acara kunjungan keluarga.

Selesai bersantap bersama Facebooker ( FBKAC ) dan blogger asahan melaksanakan sholat magrib yang selanjutnya diadakan bincang bincang seputar perkembangan FBKAC dan langkah langkah yang akan dilakukan selanjutnya untuk menjalin silaturrahmi antar FBKAC.

Pada kesempatan tersebut di dapat keputusan untuk melaksanakan kegiatan amal BAKSOS ( bakti sosial dengan sasaran anak yatim dan fakir miskin yang Insya allah akan dilakukan pada tanggal 4 September 2009. Diharapkan rencana tersebut dapat terlaksana dengan baik dan dapat membuahkan rasa saling berbagi antar sesama.

Dalam kesempatan itu pula Guntur Zazz berharap agar FBKAC ini dapat berkembang dengan baik menjalin kebersamaan dan silaturrahmi sesama warga Asahan, dan beliau juga menyampaikan rasa senang beliau kepada FBKAC dan menerima tawaran dari FBKAC sebagai penasehat FBKAC.Beliau berharap Komunitas ini selalu melakukan komunikasi sehingga FBKAC ini dapat bertahan dan membuahkan nilai positif bagi masyarakat asahan khususnya dan menjadi tauladan di dunia maya umumnya.

Menjelang usai acara Mbak Sri selaku ketua FBKAC menyampaikan agar para FAcebooker yang tergabung dalam FBKAC agar melakukan komunikasi darat dan datang ke skretariat FBKAC di Warnet Sartika Kisaran selambat lambatnya dua hari sebelumnya untuk membicarakan serta mengetahui persiapan untuk acara BAKSOS yang diadakan tanggal 4 september 2009.







27 Agustus, 2009

Misteri Gua di Bukit Katarina kisaran asahan

Posted On 21.22 by Syahrizal Pulungan 58 komentar

Cerita Rakyat Asahan
Oleh Ki Gendheng & Adi Sunarto
Dimuat Majalah Misteri Edisi Desember 2007
Dipublikasikan ulang oleh :
seputar asahan

Bukit Katarina adalah nama sebuah bukit kecil di kawasan Kelurahan Sei Renggas, Kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Lokasi ini tidak jauh dari RS. Ibu Kartini, dan berada di dalam areal HGU PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) di tepi Sungai Silau. Oleh sebab itu, dibukit ini terdadapat tanaman pohon karet perkebunan milik PT. BSP. Nama bukit Katarina itu sendiri menurut cerita dari mulut kemulut diambil dari nama RS. Ibu Kartini yang dulunya sering disebut dengan nama RS. Katarina. Konon, untuk pertama kalinya dokter di RS itu bernama Dokter Chatherine yang ditugaskan dari negeri Belanda.

Jika dilihat sepintas, bukit Katerina merupakan gundukan tanah biasa yang tingginya mencapai kurang lebih 50 meter. Tempat ini sepertinya tidak terdapat hal-hal yang aneh atau luar biasa. Bahkan, ketika terjadi gempa Nias, Sumatera Utara pada malam hari, sekitar pukul 23.00 wib, beberapa tahun yang lalu, terdengar pula isu tsunami di wilayah Asahan. Tak ayal, bukit Katerina menjadi tujuan masyarakat Kisaran dan sekitarnya sebagai tempat mengungsi. Sehingga bukit tersebut penuh sesak dengan warga masyarakat. Padahal isyu tsunami hanya isapan jempol, yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan suasana keruh dengan maksud agar masyarakat dilanda kepanikan.

Memang, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata bukit Katerina menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan. Bagi seorang yang memiliki kemampuan spiritual linuwih, atau yang memiliki indera keenam, pasti akan meresakan sesuatu yang berbeda bila melawati temoat ini.

Menurut kisah yang sudah ada sejak turun-temurun, pada sekitar abad XVII, bukit Katerina adalah tempat bertempurnya panglima perang kerajaan Cina dengan Raja Maria Pane ke-7 dari Buntu Pane Asahan, bernama Datuk Daurung. Kemudian setelah bertarung adu kesaktian, tidak ada yang kalah dan menang, maka masing-masing mengeluarkan aji pamungkas, yaitu menjelma menajdi seekor ular naga dan ikan dundung. Keduanya lalu terjun ke sungai Silau. Mereka bertempur dengan mengandalkan kesaktian masing-masing. Akan tetapi, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina dapat dipukul jatuh, tertusuk sanai (patil) dari ikan dundung jelmaan Datuk Daurung. Naga itu meraung-raung menahan sakit dan menggelepar, yang akhirnya terkulai hanyut dan terkapar di hilir sungai Silau tidak seberapa jauh dari bukit itu. Setelah ratusan tahun kemudian, menurut cerita secara turun temurun dan sudah menjadi semacam legenda di masyarakat, ular naga jelmaan Panglima Perang Cina siuman dari pingsannya yang cukup lama. Diiringi hujan lebat, petir sambung menyambung sehingga terjadilah banjir besar.

Kemudian ular naga tersebut berkisar-kisar (berenang-renang) dan menghanyutkan diri menelusuri Sungai Silau sampa sungai Asahan di kota Tanjung Balai). Selanjutnya menuju ke Selat Malaka.

Perkampungan di kawasan tempat naga berkisar tersebut akhirnya disebut dengan nama Kampung Kisaran Naga. Sekarang menjadi Kelurahan Kisaran Naga dan kota yang berada di dekat sungai Silau disebut dengan nama Kisaran, sebagai ibukota Kabupaten Asahan.
Memang, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti, kapan perkampungan itu mulai disebut dengan nama Kisaran Naga, demikian juga nama Kisaran.

Kembali ke bukit Katerina, Tim Jelajah Misteri mendapat penjelasan dari Sukino, seorang buruh kebun Tanah Raja yang pernah menjalani rawat inap selama 14 hari di RS, Ibu Kartini pada tahun 1971.

Sukini berkisah. Saat itu, kebetulan malam Jum’at. Dia bermimpi didatangi seorang laki-laki gagah perkasa berpakaian seragam kebesaran Cina. Kemudian diajak masuk ke istana di bawah bukit Katerina.

Bibir Sukino berdecak kagum karena istana tersebut sangat indah, diterangi lampu-lampu gemerlapan, dengan hiasan istana bertatahkan ratna mutu manikam.

Kepada Misteri, Sukino menceritakan. Dirinya disambut cukup hormat oleh punggawa dan dayang-dayang istana. Kemudian dipersilahkan duduk di atas permadani lembut. Distu talah tersedia pula bermacam ragam makanan yang tampaknya cukup lezat dan mengundang selera makan.

“Selama berada di istana gaib di bawah Bukit Katerina, rasanya saya tidak ingin pulang karena suasana di ruangan itu sangat indah dan nyaman. Apalagi didampingi wanita-wanita muda belia yang cantik rupawan,” cerita Sukirno.

Namun, ketika akan mengambil makanan yang terhidang, tiba-tiba seperti ada kekuatan gaib yang menarik tubuhnya ke luar dari istana. Di saat itulah, dia terbangun dan yang ada hanya ruangan rumah sakit yang sepi. Hanya ditemani beberapa orang pasien lain yang tertidur pulas.
Jam dinding menunjukkan 03.15 wib. Sukirno merasa bersyukur tidak sempat menyantap makanan di istana itu. “Jika tidak, mungkin saya akan terus berada di bawah bukit Katerina menjadi budak dedemit yang tidak lain adalah makhluk halus penjaga Gua Bukit itu,” tambahnya mengenang mimpi 36 tahun silam itu.

April lalu, Misteri bersama Adi Sunarto coba menelusuri lebih jauh kemisteriusan gua di bukit Katerina itu, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana keangkerannya. Di perapatan Simpang Kartini, persisnya persimpangan jalan Lintas Sumatera menuju kota Pematang Siantar, kami berhenti makan di sebuah warung kecil. Tak lama kemudian, datang seorang lelaki tua yang kami taksir berusia hampir 80-an, singgah di warung yang sama. Bahkan kami diajak mampir ke rumahnya.

Tawaran kakek Samudi, demikian kami memanggilnya, untuk mampir, tentu tidak kami sia-siakan.

“Mungkin dari kakek tua itu kita mendapat informasi tentang misteri Bukit Katerina,” ujar Adi Sunarto.

Kakek Samudi mengendarai sepeda bututnya, sementara kami mengendarai sepeda motor menuju rumahnya.

“Bila sudah lihat rumah kecil berdinding papan, atap nipah dan di depannya ada pohon bunga kenanga, di sebelah kiri jalan, itulah rumah saya,” kata kakek Samudi sambil mengayuh sepedanya.

Sudah tentu kami melaju lebih dahulu meninggalkan kakek tua itu. Akan tetapi, kami tak habis pikir, setelah kami melihat sebuah rumah tua dan sederhana seperti dijelaskan kakek Samudi, ternyata orang tua itu sudah menunggu di depan pintu. Sepeda bututnya disandarkan di sebuah tunggul pohon kelapa di samping rumahnya.

Misteri dan Adi Sunarto hampir tidak percaya apakah yang ada di depan pintu adalah benar kakek tua itu adanya. Adi Sunarto membelokkan motornya ke rumah tua itu. Dan benar, yang sudah menanti kedatangan kami di depan pintu adalah kakek Samudi.

Misteri bertanya dalam hati, ilmu apa yang digunakan kakek tua itu hingga dapat mendahului kendaraan yang kami naiki? Sementara kami sendiri tidak melihat kapan dia mendahului kami.

“Silahkan masuk ke gubuk saya!” Ajak kakek Samudi mempersilakan.
Masih dengan rasa heran bercampur takjub, kami masuk ke rumah sangat sederhana berukuran 5x7 meter, dinding papan yang sudah lapuk, lantai tanah dan atap nipah itu
Di ruang tamu yang kecil dan sempit, ada sepasang kursi rotan yang reot, di depannya terdapat sebuah meja terbuat dari papan yang sudah mulai dimakan rayap. Kami memandangi beberap foto kusam terpajang di dinding.

Ketika kami tengah asyik melihat foto sepasang pengantin sedang duduk di pelaminan, kakek Samudi tiba-tiba berujar, “Itu gambar kami sewaktu jadi pengantin.”

Tanpa peduli pada keterkejutan kami, dia lalu duduk sambil meletakkan tiga gelas air putih. Untuk menutupi keterkejutan kami, Adi Sunarto memuji foto kakek Samudi sewaktu masih muda. “Dulu waktu mudanya, kakek ganteng juga ya?” Kata sahabat Misteri itu.
Orang tua yang disebut dengan nama Samudi hanya tersenyum sambil mempersilahkan kami minum.

Hampir satu jam kami berbincang-bincang dengan kakek Samudi sekitar cerita Bukit Katerina. Dari kakek itu, kami mendapat keterangan bahwa bukit itu pernah dijadikan tempat pemujaan orang-orang Cina dengan membangun tapekong dipuncaknya, karena memang dianggap keramat dan memiliki daya magis cukup kuat.

Menurut kakek Samudi, di bawah bukit itu terdapat gua di dalam air berbentuk bangunan kuno. Tapi kakek tua ini tidak dapat menjelaskan tahun berapa gua itu mulai ada.
“Yang pasti goa itu sudah lama ada di sana!” Katanya.
“Apa kakek sudah pernah masuk ke gua itu?” Tanya Misteri.
Kakek Samudi mengerutkan keningnya yang keriput, lalu menjawab; “Saya pernah melakukan tapa brata di dalam gua itu, Nak, selama 40 hari,” ujarnya. Kakek tua yang mengaku datang dari Jawa Timur ke Sumatera Utara sebagai kuli kontrak itu, juga menceritakan bahwa pernah terjadi seorang laki-laki mati terbunuh di bukit itu. Tapi tidak diketahui siapa pembunuhnya. Laki-laki yang terbunuh dengan sangat mengenaskan. Kepalaya dipenggal hingga terpisah dari badannya.

Mendengar cerita kakek Samudi tentang orangmati terbunuh itu, Misteri teringat ketika suatu malam dibulan Suro tahun 2005, seorang penjual bandrek jatuh pingsan di samping gerobak jualannya.

Setelah sadar, dia menceritakan bahwa dia telah didatangi oleh orang yang ingin membeli bandreknya, akan tetapi alangkah terkejutnya karena di keremangan malam itu, dia hanya melihat orang itu hanya kepalanya saja tanpa badan.

Menjelang maghrib, kami baru keluar dari rumah gubuk kakek Samudi. Sebelum kami pamit, kakek tua itu berkata, “Kalau kalian mau menengok gua tadi, besok kalian bisa datang lagi supaya dapat melihat dari dekat. Tapi kalian tidak bisa masuk ke dalam gua itu tanpa saya. Karena gua itu cukup angker,” ujarnya.

Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan kakek Samudi, kami kembali berangkat ke rumah si kakek tua. Jujur saja, kami sangat tertantang dengan pengakuannya yang katanya sanggup menunjukkan gua di bawah bukit Katerina itu.

Akan tetapi, keanehan menimpa kami. Ketika tiba di kelurahan Sei Renggas, kami seperti orang kebingungan. Bagaimana tidak? Rumah kakek Samudi yang kemarin kami kunjungi tidak ada lagi di pertapakannya.

“Mungkin kita tersesat!” Kata Adi.
“Tak mungkin! Karena jelas sekali ini rumahnya, ditandai ada tunggul pohon kelapa di depan rumahnya,” jawab Misteri.

Akhirnya kami memutuskan untuk menanyakan kepada penduduk yang tinggal tidak jauh dari tempat kami mampir kemarin. Kami semakin bingung, karena menurut penjelasan salah seorang penduduk, selama ini tidak ada rumah di kawasan itu dan tak ada seorang kakek bernama Samudi. Jadi, siapa sebenarnya kakek itu? Sungguh mengherankan!
Dengan perasan kecewa bercampur heran, kami kembali dan memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan Bukit Katerina yang masih mengandung misteri. Menjelang Dzuhur, kami sudah berada di bukit itu. Biarlah tak dapat masuk ke gua kaerna kakek Samudi tidak ada, asalkan bisa mengambil gambar mulut gua itu.

Adi Sunarto sudah standby denga kameranya menjepret Bukit Katerina dari jalan Lintas Kisaran-Pematang Siantar. Lalu kami turun sedikit melihat bibir sungai Silau untuk melihat gua di bawah bukit itu.

Akan tetapi, mulut gua itu tidak dapat kami lihat dengan jelas, karena bibir gua dari seberang sungai (dari Desa Tanjung Alam). Perjalanan dari Bukit Katerina ke Desa Tanjung Alam memakan waktu sekitar 20 menit.

Di Dusun II Desa Tanjung Alam, kami bertemu dengan Hartono yang dapat menunjukkan tempat yang strategis untuk dapat mengambil foto mulut gua dibawa bukit Katerina itu, karena lebar sungai hanya sekitar 30 meter saja.

Selain mengambil foto, terjadi peristiwa yang cukup aneh. Dalam keadaan antara sadar dengan tidak, kawasan di sekeliling tempat kami berdiri seketika berubah menjadi gelap. Kemudian perasaan kami digandeng oleh seorang laki-laki misterius berjalan di atas air sungai dan dalam tempo cukup singkat, kami telah sampai di mulut gua di bawah Bukit Katerina.
Misteri dan teman tak habis pikir, mengapa kami bisa berjalan di atas air seperti layaknya berjalan di atas tanah? Setibanya di pintu gua, orang tua misterius itu membawa kami masuk ke dalam gua yang gelap dan dingin.

Lelaki tua itu segera menyalakan obor yang diambil dari dinding gua. Cahayanya menyinari ruang di dalam gua itu. Kami sangat terperanjat, ketika dari sinar obor itu kami lihat wajah lelaki tua misterius itu ternyata adalah kakek Samudi.

Tanpa berkata-kata sedikitpun, kakek Samudi membawa kami mengelilingi gua yang dingin itu. Di sudut gua, kami melihat ada dua sinar bulat berwarna kuning keemasan. Bau harum menusuk hidung. Kakek Samudi yang berjalan di depan segera duduk bersila di hadapan sinar tersebut dan tanpa diperintah, kami mengikuti gerakan kakek tua misterius itu.
Ternyata sinar tersebut adalah sepasang mata dari sosok makhluk bermahkota yang duduk di atas altar batu. Tampaknya seperti kepala seekor ular besar. Rasa takut mulai timbul menyusul bulu roma kami yang berdiri tegak.

Kakek Samudi mulai buka bicara, “Ampun Paduka, dua orang ini adalah cucu hamba yang ingin mengetahui keberadaan gua ini. Mohonlah Paduka dapat memaafkan kelancangan mereka.” Entah mengapa, kakek Samdi menyabut makhluk itu dengan panggilan paduka.
“Ya, aku tahu sejak kemarin ada orang ingin tahu tentang gua ini. Tapi maksudnya baik,” jawab makhluk itu dengan suara berat menggetarkan ruangan gua. Bahkan, kelelawar hitam yang bergelantungan didinging gua berhamburan keluar, sambil bersuara gemuruh memekakkan telinga.

“Apa yang kalian cari?” Makhluk aneh itu bertanya kepada kami.
Adi Sunarto memandangi Misteri sejenak, kemudian memandangi wajah kakek Samudi. “Ampun, Paduka! Mereka berdua tidak mencari atau menginginkan sesuatu. Cucu hamba ini hanya ingin memastikan bahwa di bawah bukit ini memang benar ada sebuah gua, jadi mereka meminta hamba untuk membawa mereka kemari,” jawab kakek Samudi.
Gua di dalam air, di bawah bukit itu terasa semakin mencekam. Udara semakin dingin menusuk sumsum.

Makhluk aneh itu kembali bersuara. “Baiklah, akan tetapi jika ingin datang lagi, kalian harus membawa sesaji satu ekor ayam jantan berbulu wulung (hitam mulus), ari-ari dari bayi laki-laki yang lahir hari Jum’at Kliwon dan bunga macan kerah.

Ayam dan ari-ari, kalian cemplungkan ke air sungai Silau dan ketika itu kalian akan sampai ke mulut gua ini. Kemudian taburkan bunga macan kerah ke pintu gua dan dayang-dayangku akan mempersilhakan kalian masuk.” Ujarnya panjang lebar.

Tak lama kemudian, sinar mata makhluk itu meredup dan padam. Gua kembali menjadi gelap. Kakek Samudi memberi hormat, lalu berdiri dan berjalan menuju mulut goa. Kami mengikutinya dari belakang.

Anehnya, kami tidak sadar kapan kakek Samudi membawa kami keluar gua dan menyeberangi sungai seperti tadi, saat kami pergi.

Yang pasti, tiba-tiba saja kami sudah berada di seberang sungai, tempat kami tadi mengambil foto mulut gua itu. Bahkan yang tak kalah aneh, kakek Samudi pun tak ada bersama kami lagi.
Dalam kebingungan, kami mengingat-ingat pesan makhluk aneh tadi. Kalau ayam jago wulung dan kembang macan kerah amat mudah kami peroleh. Akan tetap tentang ari-ari jabang bayi laki-laki yang lahir pada hari Jum’at Kliwon, disamping sangat sulit juga tidak mungkin kami bisa mencarinya.

Matahari telah condong ke barat, sebab tanda hari sudah sore. Kami pun bergegas pulang dengan membawa pengalaman spiritual yang tak mungkin bisa kami peroleh lagi di tempat lainnya. Namun, ada sedikit penyesalan, mengapa kami tidak menanyakan kepada kakek Samudi siapa atau makhluk apa yang bersemayam di dalam gua di bawah bukit itu?
Misteri juga terlupa tidak menanyakan siapa sebenarnya kakek tua misterius yang mengaku bernama Samudi itu?

Hingga kini, gua di Bukit Katerina dan kakek Samudi tetap menjadi misteri yang entah kapan dapat terungkap.


26 Agustus, 2009

Blogger Asahan : Cara cepat Buat Read More di blogger Baru

Posted On 20.29 by Syahrizal Pulungan 2 komentar

Blogger Asahan
Sesuai dengan pengharapan dari seputar asahandan beberapa rekan blogger lainnya mengenai cara membuat read more pada blogger baru, maka disini saya akan mencoba menjelaskan cara cepat membuat read more sesuai dengan pengalaman saya...jika memang penjelasan ini nanti juga belum membuahkan hasil bagi anda dipersilahkan para blogger untuk menambahi penjelasan agar bisa lebih mudah.
Caranya sebagai berikut :

  1. Silakan saudaraku login ke halaman dashboard Anda di Blogspot.

  2. Setelah itu Klik menu layout/tata letak.

  3. Pilih Edit HTML.

  4. Beri tanda centang pada tulisan Expand Template Widget, tujuannya agar keseluruhan template saudaraku ditampilkan. ( tunggu sampai normal )

  5. Kalau pakai Mozilla akan lebih gampang untuk melakukan, tekan ctrl + F maka akan muncul tanda find :
  6. kopi kode berikut ini :

<div class='post-header

setelah itu pastekan di kotak Find kemudian enter setelah terlihat tanda blog find didapat, langkah selanjutnya kopi kode dibawah ini :

<div class='post-header-line-1'/><div class='post-body'>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>

<style>.fullpost{display:inline;}</style>

<p><data:post.body/></p>

<b:else/>

<style>.fullpost{display:none;}</style>


<p><data:post.body/></p>

<a expr:href='data:post.url'>Read More......</a>

</b:if>


<div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats -->

</div>


setelah itu blog kode di kode html blog saudaraku mulai dari :
<div class='post-header-line-1'/><div class='post-body'>

sampai dengan :
<div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats -->

</div>


setelah itu tekan ctrl + V

setelah itu klik pratinjau lihat hasilnya dan pabila sudah ada timbul read more berarti pembuatn read more sudah selesai.lakukan Klik Simpan Template. Namun tidak cukup sampai disitu saudaraku juga harus melakukan langkah berikut ini :

8. Klik SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTING atau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:



<span class="fullpost">

</span>

Jangan lupa klik SIMPAN PENGATURAN.


Cara Memposting



Ketika memposting, klik EDIT HTML. Maka, secara otomatis akan tampak kode



<span class="fullpost">
</span>

Letakkan posting yg akan ditampilkan di halaman muka di atas kode sementara sisanya (yakni keseluruhan entry), letakkan di antara kode



<span class="fullpost">

dan


</span>

Catatan Penting:



(A) Artikel yg diposting sebelum pemasangan kode READ MORE di atas akan tetap tampil penuh di halaman muka, Anda bisa mengeditnya dg cara sbb:


1. Klik menu EDIT POSTS

2. Klik EDIT di artikel yg akan diedit.

3. Pasang kode


<span class="fullpost">

di bawah paragraf yg akan ditampilkan. Dan pasang kode


</span>

di akhir artikel.



Ingat hanya ada SATU kode


 <span class="fullpost">

dan


</span>

untuk mengganti tulisan read more menjadi baca selanjutnya...ganti aja tuh tulisan
read more.... di kode html diantara kode diatas
selamat mencoba


23 Agustus, 2009

Blogger asahan : Mengadakan Kerja sama Penanaman Pohon Gaharu di BKM Masjid Agung Kisaran

Posted On 13.28 by Syahrizal Pulungan 3 komentar

Blogger asahan
Alhamdulillah hari ini 23 Agustus 2009 Blogger asahan mengadakan kegiatan penanaman Pohon Gaharu yang di prakarsai anggota blogger Asahan Mas Mujiono sebagai Ketua Budi daya Gaharu Asahan



Kegiatan itu dihadiri oleh masing masing ketua BKM yang mesjidnya bakal ditanami 10 pohon gaharu sebagai sumbangsih dan kegiatan amal ABG Club bersama Blogger Asahan. Acara dimulai pukul 10.00 Wib penanaman pertama di masjid Agung yang awalnya secara simbolig pohon Gaharu diserahkan oleh perwakilan BKM masjid Agung

Kisaran jln Imam Bonjol yang diserahkan oleh Mas Muji kepada : Saudara Imron S sebagai anggota BKM Masjid agung yang diketuai oleh H.Abd Hakim Ritonga. Dan selanjutnya dilakukan pelubangan dan penanaman sekaligus dilakukan oleh mas Muji dan Ketua BKM Masjid Siti Zubaidah Jln Mutiara Bp. H.Sudi yang juga menerima 10 pohon gaharu yang akan ditanam di Masjid Siti Zubaidah Jln Mutiara Kisaran.

Sedang Melakukan Penanaman Pohon Gaharu yang dilakukan oleh Mas Muji dan Pengurus BKM

Inilah saat Berfhoto Bersama Blogger Asahan, Mas Muji dan Pengurus BKM Masjid Agung dan Pengurus BKM Siti Zubaidah


16 Agustus, 2009

Blogger asahan : cara memasang banner blogger asahan

Posted On 08.36 by Syahrizal Pulungan 1 komentar

Blogger asahan
buat blogger asahan ada yang bertanya bagaimana cara memasang banner blogger asahan, sebenarnya sangat gampang sekali. di samping sebelah kanan ada terlihat gambar seperti di bawah ini :



copy kode yang dibawah gambar kemudian login di blog kita pilih tata letak kemudian add widget dimana kita mau setelah pilih widget html/javasript kemudian paste kan kode tersebut setelah itu simpan dan di latar tata letak jangan lupa juga klik simpan
selesai....



Blogger Asahan : memasukkan widget pengunjung di blogger

Posted On 07.46 by Syahrizal Pulungan 2 komentar

Blogger asahan
Saudaraku blogger asahan, anda melihat di sebelah kanan ada widget pengunjung dengan memakai flash player. Disitu terlihat asal negara pengunjung kemudian jumlah pengunjung kemarin, jumlah pengunjung yang sedang online, dan terakhir total jumlah pengunjung.Dengan menggunakan widget ini kita tau bagaimana perkembangan blog kita sehingga memacu dan menambah semangat kita untuk ngeblog dan kita mengetahui apakah blog kita di baca orang atau dibaca kita sendiri saja.Bagaimana caranya ?

1. daftarkan blog ke penyedia widget gratis : widgeo.net
2. langkah pertama pilih salah satu jenis widget yang kita mau


3. langkah kedua pilih penambahan atau pengurangan waktu kemudian pilih jenis blog kita



4. langkah ketiga ketik angka start mulai kita di value ketik email,kemudian ketik judul blog kita



lalu klik oke

5. langkah keempat akan muncul gambar dibawah ini centang i accept kemudian klik safe content



6. langkah ke lima akan muncul gambar dibawah ini centang i accept copy kode tersebut



7. Langkah ke enam login ke blog kita pilih tata letak kemudian add gadget dimana kita mau, setelah itu pilih gadget html/javascipt pastekan kode tersebut dan simpan setelah tersimpan jangan lupa klik simpan kembali di layar tata letak yang kita punya...
jadi deh......


13 Agustus, 2009

Blogger Asahan : kini hadir Face Book ala Indonesia, kenalanyuk.com

Posted On 19.47 by Syahrizal Pulungan 1 komentar

Blogger asahan
Kenalan yuk !! itu sapaan manis dari Face Book ala Indonesia disingkat dengan KY.
ajakan ini dapat kita lihat di : kenalanyuk sebagai media jejaring sosial Indonesia yang tampilannya tidak jauh beda dengan Facebook yang biasa kita lihat.Saat kita selesai mendaftarkan diri ada bahasa yang membuat kita tergugah : Cintailah produk dalam negeri (lokal)". Ada facebook/ friendster buatan Indonesia?? buat apa pake buatan luar?? . Hal inilah yang membuat hati tergerak untuk mengajak kita semua untuk mencintai produk dalam negri walaupun sebenarnya itu hasil dari tiruan Face book.

Mudah mudahan jejaring sosial kenalanyuk.com ini bisa berkembang dengan baik, namun tak lepas dari kemauan kita untuk mengembangkan produk dalam atau luar, dan juga kita berharap fasilitasnya juga menarik dan tidak jauh beda dengan fasilitas luar.
Kita juga berharap agar admin kenalanyuk.com tidak jemu jemunya untuk menambah fasilitas yang tidak ada di facebook, di kenalanyuk.com ada, apa itu ? ...berikan pendapat anda fasilitas apa yang tidak ada di facebook namun ada di kenalanyuk.com dan pendapat anda kita kirimkan ke admin kenalanyuk.com

kenalan yuk.....


10 Agustus, 2009

Blogger Asahan : Ombudsman Siap membantu Gratis

Posted On 20.59 by Syahrizal Pulungan 7 komentar

Blogger Asahan
Buat para blogger asahan yang saat ini ditimpa masalah yang berkenaan dengan hubungan dengan kepemerintahan Ombudsman asahan siap membantu

Ombudsman Asahan menampung dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan umum yang buruk dari aparat Pemerintah Daerah [Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan], Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dll. Misalnya:


1.Keluhan atas pelayanan pembuatan KTP, Surat Nikah, Pendaftaran Sekolah, Sertifikat Tanah, IMB,
PBB, Ijin Usaha, Ijin Gangguan (HO),

2.Keluhan terhadap proses pelayanan umum di Kepolisian, seperti penanganan laporan yang
ditunda-tunda, dimintai uang, diperlakukan tidak patut, pengurusan SIM/STNK, KKN, dsb 3.

3.Keluhan terhadap proses pelayanan umum di Kejaksaan, seperti KKN, Perlakuan tidak patut, dsb.

4.Keluhan terhadap proses pelayanan umum di Pengadilan, seperti pendaftaran perkara dipersulit,
dimintai uang, KKN, dsb.
5.Dll

Info lebih lanjut hubungi:
0623-347983, 08126562376
Atau Kirim Laporan Tertulis ke:
Ombudsman Daerah Asahan
Jln. Jend. Ahmad Yani No. 27, Kisaran, Asahan, Sumatera Utara
Ombudsman Republik Indonesia
Jln. Adityawarman No. 43, Kebayoran baru, Jakarta Selatan
Semua pelayanan Ombudsman Asahan diberikan secara GRATIS dan tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun. Untuk menjaga keamanan, Ombudsman Asahan juga dapat merahasiakan identitas Pelapor.

sumber : ombudsman asahan


Blogger Asahan : Membuat widget Ilove Indonesia

Posted On 09.53 by Syahrizal Pulungan 0 komentar

Blogger Asahan
Saudaraku Lihat ada Gambar menyamping dari sudut kanan atas I love Indonesia dan apabila kita menarik scrol ke bawah dia tetap ikut.Itu namanya : adiWidget ™ adalah gambar statis untuk diletakkan di sudut Blog atau web kita. Dapat digunakan untuk memberikan mood Anda web dengan gambar yang Anda inginkan.Bisa kelihatan pakai browser terbaru yakni IE7 dan Firefox. adiWidget ™ tidak kompatibel dengan IE6 .
Untuk cara memasangnya....

Cara memasangnya :






Copy this CODE:

and paste in in your HTML file before < /body> tag
Taruh code diatas pada bagian < /body> tag
yang terdapat diakhir code paling bawah






Copy this CODE:

and paste in in your HTML file before < /body> tag
OR- Taruh code diatas pada bagian < /body> tag
yang terdapat diakhir code paling bawah

sumber : dhaniel-on.blogspot.com



Blogger Asahan : Anyang Pakis, Kuliner Khas Asahan Tinggal Musiman

Posted On 07.45 by Syahrizal Pulungan 13 komentar

Blogger Asahan
Anyang Pakis, masakan Sumatera Utara ini juga menjadi salah satu kuliner khas di Asahan. Anyang Pakis sangat lezat disantap begitu saja tanpa nasi karena memang bukan tergolong jenis sayur. Anyang Pakis sebetulnya mirip makanan khas di Jawa yang bernama urap. Hanya saja Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng. Bumbu dasarnya juga mirip bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk, dan ketumbar. Semuanya dihaluskan lalu disangrai bersama kelapa.

Sepuluh tahun lalu Anyang Pakis menjadi menu yang sangat mudah dijumpai. Tetapi, seiring jalannya waktu, Anyang Pakis kini tinggalah makanan musiman. Kita hanya akan menjumpai Anyang Pakis pada saat musim Bulan Puasa. Sangat jarang atau bahkan sangat sulit kita menemukan Anyang Pakis selain di Bulan Puasa. Jika Bulan Puasa tiba, pusat jajanan Ramadhan di Kota Kisaran pasti menjadikan Anyang Pakis sebagai salah satu menu khas. Selain Anyang Pakis, kita dapat menelusuri wisata kuliner barbagai macam ragam masakan Sumatera Utara yang juga menrupakan kuliner khas Asahan. Anyang Pakis antara lain dapat kita temukan di pusat jajanan Ramadhan di jalan Rivai, Jalan Imam Bonjol [depan Masjid Raya Kisaran], dan Simpang Enam.

Pontensi Anyang Pakis untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner khas Asahan sangatlah besar. Karena, Pakis sangat mudah diperoleh ditengah-tengah hamparan kebun karet atau kelapa sawit yang tersebar luas di Kabupaten Asahan. Kelapa sebagai bumbu pendukung utama Anyang Pakis juga sangat mudah diperoleh, karena Asahan termasuk salah satu sentra penghasil Kelapa di Sumatera Utara.

Tetapi tampaknya potensi ini belum cukup digali oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Padahal, ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga yang mau mengembangkan keahlian meracik Anyang Pakis. Seperti halnya kalau kita jalan-jalan di NTB [Lombok] kita akan disuguhi Plecing Kangkung yang sangat khas. Pemerintah NTB berhasil menjadikan Plecing Kangkung sebagai salah satu kuliner khas Lombok, sehingga para turis lokal dari Jakarta tidak malu-malu membawa paket kangkung mentah dan bumbu plecing sebagai oleh-oleh khas dari Lombok.

Pemerintah Asahan perlu belajar benyak dari Lombok [Propinsi NTB] untuk mengubah Pakis dari tumbuhan liar menjadi oleh-oleh khas Asahan. Sehingga Anyang Pakis nantinya tidak lagi hanya menjadi makanan musiman yang akan dilupakan tergerus jaman..
[sumber photo:inforesepDotCom]
sumber Tulisan : Seputar Asahan


Blogger asahan : Inilah Jalur Durian Asahan

Posted On 07.20 by Syahrizal Pulungan 2 komentar

Blogger Asahan ( seputar asahan )
Durian, satu lagi buah musiman yang banyak juga kita jumpai di Asahan. Musim panen raya atau dalam istilah orang Sumatera sering disebut "banjir" biasanya antara bulan Juli-Agustus. Meskipun demikian, buah durian tetap bisa kita jumpai di Asahan diluar bulan Juli-Agustus pada sepanjang Jalan Lintas Sumatera [atau lebih populer dengan sebutan Jalinsum], hanya saja harganya sedikit lebih mahal. Jika kita berjalan dari Medan, setelah keluar Kabupaten Batubara memasuki wilayah Asahan sampai menuju kantor Bupati Asahan, di sebelah kanan jalan kita akan menemukan deretan pedangang durian musiman. Harganya juga relatif lebih murah daripada durian sejenis yang kita temukan di daerah Kalibata Jakarta.

Selanjutnya kita masuki Kota, di Jalan Ckoro Aminoto juga sudah mulai ada lapak-lapak durian, terus masuk ke Kota, antara lain di Jalan Rivai dan Pajak [kata lain dari Pasar] pada bulan-bulan musim durian seperti sekarang ini akan banjir durian. Kalau kita pintar, belilah pada tengah malam ketika durian baru tiba, maka akan lebih banyak pilihan buah durian yang bagus dan berkualitas [dalam istilah orang Asahan; cantik-cantik] dan harga yang masih murah. Terus kita telusuri keluar Kota Kisaran, kembali ke arah Jalinsum memasuki Sentang Kedai Ledang, kiri jalan di depan Kantor Pajak itu ada pedagang durian yang juga menjual durian enak berkualitas dengan harga terjangkau. Selanjutnya terus telusuri Jalinsum melewati Sentang Palang, dekat rel kereta api sebelah kanan jalan juga akan kita temukan pedagang durian. Masih dalam Jalinsum, memasuki Sentang SPMA setelah Galon Pertamina [kata lain dari Pom Bensin] di kiri jalan juga ada pedagang durian yang tidak kalah menggoda rasa. Dari Sentang SPMA memasuki Pasar Mereng, Kebon Sungai Dadap jalan terus mendekati Hessa Air Genting, atau tepatnya daerah Kampung Pisang sebelah kanan jalan di bawah pohon Kelapa sawit itu juga gudangnya durian enak dan murah..

Jika dilihat dari padatnya jalur pedagang durian di Asahan, tidak diragukan lagi bahwa selain penghasil kelapa kopra dan coklat, Asahan juga merupakan salah satu sentra penghasil durian. Namun, meskipun demikian jangan harap kita akan menemukan tempoyak [durian yang dipermentasi sebagai bahan dasar sambal] dan lempok [semacam dodol durian dengan bahan dasar daging durian murni], atau bahkan dodol durian sebagai oleh-oleh dari Asahan. Bandingkan dengan di Palembang, Jambi atau Bengkulu, yang telah meningkatkan nilai tambah durian dari buah menjadi makanan khas bernilai jual tinggi dengan mengolahnya menjadi Tempoyak dan Lempok. Mereka telah melakukan proses diverisfikasi buah durian sehingga nilai ekonomisnya meningkat dan memberikan tambahan penghasilan masyarakat.

Di Palembang, Jambi juga Bengkulu, Lempok dan Tempoyak telah menjadi oleh-oleh makanan khas yang dicari dan digemari turis lokal dari Jakarta. Atau tidak usah jauh-jauh membandingkan dengan Palembang, Jambi dan Bengkulu, di Pasar Bengkel Deli Serdang, dodol durian juga menjadi jajanan khas oleh-oleh primadona turis lokal yang lewat. Ada baiknya Pemerintah Asahan meniru Pemerintah Deli Serdang yang memfasilitasi pusat jajanan oleh-oleh khas dodol durian di Pasar Bengkel. Atau mengambil inspirasi dari Pemerintah Bengkulu dan Palembang yang telah meningkatkan nilai ekonomis dengan mengolah durian menjadi makanan oleh-oleh khas bernama Lempok dan Tempoyak. Seharusnya Asahan bisa lebih maju kalau pemimpinnya jujur, amanah dan kreatif mensejahterakan rakyatnya!

[sumber photo atas: http://www.sumutcyber.com/; photo tengah 4.bp.blogspot.com photo bawah http://1.bp.blogspot.com/]

Hasil Tulisan : Seputar Asahan


07 Agustus, 2009

Inilah Sejarah Kesultanan Asahan dari abad ke XVI

Posted On 12.53 by Syahrizal Pulungan 5 komentar


Blogger asahan
Kecintaan kita terhadap Bumi asahan akan timbul apabila kita selalu menelusuri sejarah asal usul asahan,Sepantasnya kita sebagai warga Asahan mengetahui sejarah asahan tersebut sehingga anak cucu kita nanti mengerti akan keberadaan daerahnya.

Untuk kali ini kita akan memaparkan sejarah kesultanan asahan dan semoga bisa menjadi referensi pengetahuan

Keterangan gambar : Sultan Kamal Abraham Abdul Jalil Rahmatsyah ( Pemangku Adat Kesultanan Asahan )saat menghadiri acara makan malam bersama Presiden SBY di Istana Negara disela-sela acara Expo Kebudayaan se Asia Tenggara di Bali

Ringkasan sejarah kesultanan asahan dari abat ke XVI


Asahan adalah sebuah daerah (kabupaten) dalam wilayah (Provinsi) Sumatera Utara. Pusat pentadbiran Kabupaten Asahan adalah Tanjung Balai yang berjarak ± 130 KM dari Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

Sampai tahun 1946, Asahan merupakan salah satu Kesultanan Melayu yang struktur kerajaannya tidak jauh berbeda dari struktur negeri-negeri Melayu di Semenanjung Malaka pada masa itu. Namun pada tahun 1946, sistem kerajaan di Asahan telah digulingkan oleh sebuah pergerakan anti kaum bangsawan dalam sebuah revolusi berdarah yang dikenal sebagai Revolusi Sosial. Kesultanan-kesultanan yang ada di Sumatera Timur seperti Deli, Langkat, Serdang, Kualuh, Bilah, Panai dan Kota Pinang juga mengalami nasip serupa.

Sejarah Awal

Mengikut tradisi setempat, Kesultanan Asahan bermula kira-kira pada abad XVI, yaitu ada saat Sultan Abdul Jalil ditabalkan sebagai Sultan Asahan yang pertama dengan gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah. Ayahnya ialah Sultan Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat (Sultan Alaiddin Riayat Syah “Al Qahhar”), Sultan Aceh ke XIII yang memerintah sejak tahun 1537 – 1568, sementara ibunya adalah Siti Ungu Selendang Bulan, anak dari Raja Pinang Awan yang bergelar “Marhum Mangkat di Jambu”. (Pinang Awan terletak di Kabupaten Labuhan Batu). Sebelumnya, Aceh telah menaklukkan negeri-neeri kecil di pesisir Sumatera Utara dan di dalam salah satu pertempuran inilah Raja Pinang Awan terbunuh dan anaknya Siti Ungu dibawa ke Aceh dan menikah dengan Sultan Alaiddin.

Sultan-sultan Asahan berikutnya adalah Sultan Saidisyah, Sultan Muhammad Rumsyah, Sultan Abdul Jalil Syah II (mangkat 1765), Sultan Dewa Syah (1756 – 1805) dan Sultan Musa Syah (1805 – 1808) masing-masing memindahkan pusat pemerintahan negeri Asahan dari satu tempat ke tempat lain.

Setelah kemangkatan Sultan Asahan VII, Sultan Muhammad Ali Syah (1808 – 1813), terjadi perebutan kuasa di antara anaknya, Raja Hussein dengan pihak anak saudaranya, Raja Muhammad Ishak. Sebagai penyelesaian , Raja Muhammad Ishak diangkat menjadi Yang Dipertuan Negeri Kualuh yang sebelum ini adalah sebagian dari wilayah Asahan. Raja Hussein sendiri diangkat menjadi Sultan Asahan dengan gelar Sultan Muhammad Hussein Syah.

Perluasan Kekuasan Belanda

Di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Hussein Syah (1813 – 1854) dan anaknya, Sultan Ahmad Syah, Asahan merupakan kerajaan yang disegani di daerah antara Serdang dan Siak dan mempunyai pengaruh besar di Batu Bara, Bilah dan Panai. Di masa inilah terjadi pertembungan antara Belanda, Inggris dan Aceh di Asahan karena Belanda dan Inggris masing-masing bersaing untuk meluaskan kekuasaan penjajahan dan perdagangan mereka di pesisir timur Sumtera sementara Aceh pun berkeras mempertahankan kedaulatannya di Asahan.

Tuntutan Belanda terhadap negeri-negeri di Pesisir Timur termasuk Asahan adalah berdasarkan Perjanjian Siak yang ditandatangani oleh Belanda dengan Kesultanan Siak pada 1 Februari 1858. Berdasarkan perjanjian itu, Siak diserahkan kepada Belanda termasuk daerah taklukannya seperti Asahan, Batu Bara, Serdang, Deli, Langkat dan Tamiang. Berdasar sejarah, hak Siak atas kerajaan-kerajaan ini adalah berdasarkan penyerangannya pada tahun 1791. Tetapi kenyataannya adalah kekuasaan Siak hanya sebatas nama saja dan tidak diakui oleh banyak pihak. Di masa yang sama, negeri-negeri ini mempunyai hubungan perdagangan yang erat dengan Pelabuhan Inggris di Pulau Pinang di mana nilai ekspor lada, rotan dan barang lain dari Sumatera bernilai 150.000 Poundsterling pertahun.

Pada saat Elisa Netscher dilantik sebagai Residen Belanda di Riau pada tahun 1861, Beliau menghantar seorang pembesar Minangkabau, Raja Burhanuddin, ke negeri-negeri ini untuk menilai keadaan. Beliau melaporkan kepada Netscher bahwa tidak ada kerajaan yang mau mengakui kedaulatan Siak. Deli, Serdang dan Langkat masih di bawah pengaruh Aceh tetapi bersedia menerima perlindungan Belanda. Hanya Asahan dan negeri di bawah pengaruhnya: Batu Bara, Panai dan Bilah, yang tidak mau berhubungan dengan Siak dan Belanda.

Pada Agustus 1862, Netscher dan Pembantu Residen Belanda di Siak, Arnold, diiringi oleh pembesar-pembesar Siak mengunjungi negeri-negeri yang terlibat. Walaupun mengalami beberapa kesulitan, Netscher berhasil menundukkan Panai, Bilah, Kota Pinang, Serdang, Deli dan Langkat di bawah kekuasaan Belanda. Hanya Asahan saja yang tidak bersedia tunduk, bahkan di pantai Asahan dikibarkan bendera Inggris.

Tindakan Belanda ini mendapat tantangan yang keras dari pedagang-pedagang Inggris di Pulau Pinang karena ia menggugat hubungan perdagangan di antara Pulau Pinang dengan negeri-negeri tersebut. Sebelumnya Sultan Asahan dan Raja Muda Asahan telah memberitahu Gubernur negeri-negeri Selat, yaitu Kolonel Cavenagh, perihal niat Belanda. Major Man, Resident Councillor di Pulau Pinang, kemudian dikirim ke Deli, Serdang dan Langkat untuk mengawasi keadaan

Sultan Ibrahim, Aceh, turut menentang tindakan Belanda ini. Dari kacamata Aceh, seluruh pesisir timur Sumatera sampai ke Panai dan Bilah adalah daerah takluknya. Justru itu, angkatan perang Aceh dikirim ke Tamiang, Langkat, Deli, Serdang, Batu Bara dan Asahan. Di Asahan dan Serdang angkatan perang Aceh disambut dengan baik. Sebagai balasan, pada tahun 1865, Belanda mengiri angkatan perangnya untuk menyerang Asahan, Serdang, Tamiang dan Batu Bara. Saat pasukan Belanda tiba di Asahan, Sultan Ahmadsyah dan adik-adiknya, Tengku Muhammad Adil dan Tengku Pengeran Besar Muda, mundur ke daerah pedalaman.

Netscher kemudian mengangkat Tengku Naamal Allah, Yang Dipertuan Negeri Kualuh, menjadi pemangku Sultan Asahan dan melantik seorang Contoleur Belanda sebagai penasehat. Sultan Ahmadsyah kemudian menyerah namun kaum Batak di pedalaman meneruskan perjuangan menentang Belanda. Pada tahun itu juga, Sultan Ahmadsyah diasingkan Belanda ke Riau bersama adiknya, Tengku Muhammad Adil. Tengku Pengeran Besar Muda di asingkan ke Ambon. Pada tahun 1868, Tengku Naamal Allah dilantik menjadi Pemangku Sultan karena kaum Batak tidak mau menokong pemerintahannya dan menuntut kepulangan Sultan Ahmad Syah.

Pak Netak, Raja Bandar Pulau di Hulu Asahan, mati semasa menentang Belanda pada tahun 1870. Perjuangan secara gerilya diteruskan, terutama pada tahun 1879 dan 1883. Dari tahun 1868 sampai dengan 1886 Asahan diletakkan Netscher di bawah pentadbiran empat orang pembesar Melayu. Akhirnya, pada tahun 1885, Belanda mengizinkan Sultan Ahmadsyah pulang ke Asahan dengan syarat Beliau tidak boleh campur tangan mengenai politik. Beliau menandatangani perjanjian politik dengan Belanda (Akte Van Verband) pada 25 Maret 1886 di Bengkalis dan kembali memerintah Asahan pada 25 Maret 1886 sampai kemangkatannya pada 27 Juni 1888.

Di pihak Inggris, tantangan terhadap perluasan kekuasaan Belanda di Pesisir Timur semakin lama semakin berkurang karena munculnya kekuatan-kekuatan besar yang baru seperti Perancis, Amerika Serikat, Jerman an Itali yang masing-masing tertarik pula dengan Asia Tenggara. Inggris memandang lebih baik bekerjasama dengan Belanda. Lagipula Belanda tengah melonggarkan dasar perdagangannya di Sumatera dan ini mendatangkan keuntungan kepada pedagang-pedagang Inggris di Pulau Pinang dan Singapura. Pada 2 Nopember 1871, Inggris menandatangani Perjanjian Sumatera dengan Belanda di mana antara lain Inggris membatalkan semua perlawanan terhadap Belanda di mana-mana daerah di Sumatera dan rakyat Inggris mempunyai hak berdagang yang sama dengan rakyat Belanda di Sumatera.

Dari Pemerintahan Sultan Muhammad Hussein Rahmat Syah II Hingga Pendudukan Jepang 1942 – 1945

Pada 6 Oktober 1888, Tengku Ngah Tanjung ditabalkan menjadi Sultan Asahan X dengan gelar Sultan Muhammad Hussein Rahmat Syah II. Pelantikan ini dibuat berdasarkan wasiat saudara ayahnya, Sultan Ahmad Syah yang mangkat tanpa meninggalkan keturunan. Residen Belanda, G. Scherer juga memberi persetujuan terhadap pelantikan ini. Di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Hussein II, langkah-langkah diambil untuk memajukan Asahan seperti menggalakkan Syarikat Eropa membuka perusahaan di Asahan untuk memberi peluang pekerjaan bagi penduduknya. Pada tahun 1908, Beliau bersama dengan adik-adiknya, Tengku Alang Yahya dan Tengku Musa, berkunjung ke Belanda untuk menerima gelar “Ridder der Orde van den Nederlanschen Leeuw” dari Ratu Wilhelmina.

Pada masa pemerintahannya, Sultan Muhammad Hussein II melantik Tengku Alang Yahya sebagai Bendahara dan mengangkat anak sulungnya, Tengku Amir, sebagai Tengku Besar Asahan atau calon Sultan. Tetapi Tengku Amir mangkat tahun 1913 dan diangkatlah Tengku Saibun sebagai gantinya pada 7 Juli 1915.

Sultan Muhammad Hussein II mangkat pada usia 53 tahun, oleh karena Tengku Saibun masih kanak-kanak, Tengku Alang Yahya (Bendahara) dilantik menjadi pemangku sultan dengan gelar Tengku Regent Negeri Asahan. Semasa ia menjadi Tengku Regent ini, Beliau menerima dua anugerah, yaitu “Officier der Orde van Oranje Nassau” dan “Ridder der Orde van den Nederlanschen Leeuw”.

Pada 15 Juni 1933, Tengku Saibun ditabalkan menjadi Sultan Asahan XI dengan gelar Sultan Saibun Abdul Jalil Rahmat Syah di Istana Kota Raja Indra Sakti, Tanjung Balai. Isteri Beliau, Tengku Nurul Asikin binti Tengku Al Haji Rahmad Bedagai, ditabalkan sebagai Tengku Suri (Tengku Permaisuri) Negeri Asahan, pada 17 Juni 1933.

Pendudukan Jepang di Indonesia sejak Maret 1942 hingga 1945 mengakibatkan keadaan yang semakin carut-marut. Tiga hari setelah jatuhnya bom di Hiroshima, Soekarno meproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Di saat yang sama pula, diumumkanlah pemerintah Republik Indonesia dengan Soekarno sebagai Presiden dan Moh. Hatta sebagai Wakilnya. Dengan demikian, dimulailah revolusi republik di seluruh wilayah Indonesia.

Pemimpin-pemimpin pergerakan di Indonesia, mendaulat Soekarno dan Hatta sebagai pemimpin tertinggi mereka, tetapi pada umumnya perkembangan revolusi di kebanyakan daerah di Sumatera Utara terlepas dari pergerakan di Jawa. Revolusi di Sumatera bermula pada Oktober 1945 pada saat tentara sekutu tiba di Sumatera untuk melucuti tentara Jepang.

Aktivis-aktivis pergerakan pada mulanya berperang dengan tentara Jepang yang sedang mundur untuk merebut senjata dan dengan tentara Inggris yang menduduki sebagian Kota Medan, Padang dan Palembang dan akhirnya dengan Belanda yang mengambil alih dari Tentara Inggris pada akhir tahun 1945

Revolusi Sosial 1946 dan berakhirnya Kesultanan Asahan

Di dalam kemelut ini, keganasan dialihkan pula kepada golongan tradisional (Tengku dan Raja) yang selama ini dianggap oleh golongan petani sebagai pro Belanda dan pro kolonial. Kebencian rakyat semakin meluap karena kebanyakan raja-raja itu tidak memberikan sokongan kepada pergerakan pro Republik (kecuali Sultan Siak), ditambah lagi tersebar pula kabar bahwa raja-raja itu telah menghubungi Belanda dengan harapan dapat memulihkan kembali kedudukan mereka.

Pergerakan anti kaum bangsawan kian merebak dan pemimpin republik tidak berkuasa menahannya. Dalam pada itu, beberapa pemimpin politik yang opportunis, dua diantaranya adalah Karim Marah Sutan dan Luat Siregar dari Partai Komunis Indonesia, menggunakan pergerakan anti kaum bangsawan ini sebagai landasan untuk memperkuat landasan kekuatan politik mereka. Untuk mencapai tujuan ini, mereka membangkitkan sentimen rakyat sampai akhirnya tercetuslah Revolusi Sosial di mana Raja-raja dan keluarganya dibunuh beramai-ramai dengan kejam dan hartanya dirampas. Selain dari para bangsawan, para perusuh juga membunuh kalangan profesional yang berpendidikan barat, terutama mereka yang hidup mengkuti gaya hidup barat. Oleh karena itu, beberapa orang pro nasionalis dan keluarganya juga turut dibunuh.

Keluarga Kesultanan Deli dan Serdang terselamatkan berkat penjagaan tentara Sekutu yang sedang bertugas di Medan untuk menerima penyerahan dari Jepang. Sementara di Serdang, beberapa orang keluarga raja sedari awal telah mendukung rakyat menentang Belanda. Namun di Langkat, Istana Sultan dan rumah-rumah kerabat diserang dan rajanya dibunuh bersama keluarganya termasuklah penyair besar Indonesia, Tengku Amir Hamzah yang dipancung di Kuala Begumit.

Keganasan yang paling dahsyat terjadi pada bulan Maret 1946 di Asahan dan di kerajaan-kerajaan Melayu di Labuhan Batu seperti Kualuh, Panai dan Kota Pinang. Di Labuhan Batu, daerah yang paling jauh dengan Kota Medan sehingga tidak dapat dilindungi oleh pasukan sekutu. Istana raja dikepung dan raja-rajanya pun dibunuh seperti Yang Dipertuan Tengku Al Haji Muhammad Syah (Kualuh), Sultan Bidar Alam Syah IV (Bilah), Sultan Mahmud Aman Gagar Alam Syah (Panai) da Tengku Mustafa gelar Yang Dipertuan Besar Makmur Perkasa Alam Syah (Kota Pinang).

Di Asahan, sebagian besar keluarga Raja dibunuh, namun Sultan Saibun selamat dan menyerahkan diri kepada Pemerintah Republik Indonesia di Pematang Siantar. Beliau mangkat di Medan pada 6 April 1980.
Sumber : kesultananasahan.com


Cara Kirim Artikel ke Blogger Asahan

Posted On 10.18 by Syahrizal Pulungan 1 komentar


Blogger asahan
Bagi blogger asahan yang ingin menuangkan hasil tulisan artikel ke blogger Asahan untuk cara kirim silahkan kirim ke : bloggerasahan(at)gmail.com , tulisan anda akan di publikasikan di blog ini setelah dinyatakan layak publis oleh admin.Dalam hal ini perlu disampaikan agar tulisan tulisan blogger asahan dipublikasikan hendaknya membaca kriteria yang diharapkan para admin antara lain :


1. Tulisan Berkenaan dengan seputar asahan parawisata,politik,ekonomi, sosial, budaya( ini yang dikedepankan )

2. Tulisan yang sifatnya membangun mental blogger asahan ( rohani )

3. Tulisan berisi trik & tip tentang blog untuk blogger asahan ( yang memberikan nilai positip )

3. Tulisan yang tidak mengandung Sara

4. Tulisan yang tidak melanggar Undang Undang yang berlaku di Indonesia

5. Tulisan merupakan hasil karya sendiri

6. Tulisan yang syarat akan ilmu pengetahuan

7. Tulisan yang mencantumkan nama, alamat, email blog jika ada, web jika ada

Untuk Para Neter yang berada diluar Asahan kami juga menerima artikel kiriman anda apalagi anda kelahiran asahan, syarat ataupun cara pengiriman sama seperti 7 poin diatas

Semoga dengan hadirnya blogger asahan dapat membuka wawasan warga asahan menjadi warga yang berkwalitas tidak menjadi katak dalam tempurung seperti apa yang disampaikan oleh ombudsman asahan


Blogger asahan : Jendela Informasi Asahan Semakin Terbuka

Posted On 09.25 by Syahrizal Pulungan 0 komentar


Blogger Asahan & Seputar Asahan Melengkapi Informasi Tentang Asahan

Ombudsman [06/08/09] Dua tahun, atau bahkan satu tahun lalu, sangat sulit mencari informasi tentang Asahan lewat Internet. Satu-satunya yang menyediakan adalah website pemkab Asahan. Itupun bentuknya statis dan kontent-nya tidak pernah di update. Setelah itu Ombudsman Asahan mulai mempelopori lahirnya jendela informasi tentang Asahan yang dapat dilihat dan diakses oleh masyarakat dari belahan bumi manapun melalui ninternet.

Kini usia website Ombudsman Asahan sudah empat tahun. Dan seiring dengan waktu, mulai tumbuh budaya mengakses internet di Asahan khususnya di kalangan muda. Setelah blog Asahannews, kini blogger bloger muda Asahan bermunculan, dan mulai berani berkreasi, meskipun untuk konten atau isi blog yang masih terbatas pada bentuk-bentuk aktualisasi personal.

Era ini sekaligus menandai dimulainya keterbukaan masyarakat Asahan. Kini, masyarakat dimanapun dapat mengakses alternatif informasi tentang Asahan selain yang disediakan website Pemkab Asahan yang statik itu. Akhir Juli 2009 lalu telah lahir sebuah blog yang mewadahi para blogger Asahan, yaitu: http://bloggerasahan.blogspot.com. Tidak lama berselang lahir pula sebuah blog tentang ragam sosial budaya Asahan bernama Seputar Asahan di http://seputar-asahan.blogspot.com

Dua blog yang terakhir ini semakin melengkapi keterbukaan jendela informasi di Asahan, karena isinya tidak melulu tentang aktualisasi personal, tetapi menyajikan tulisan-tulisan alternatif tentang dinamika di Asahan. Masyarakat dimanapun kini semakin memiliki banyak pilihan informasi untuk mengetahui Asahan, sehingga kita tidak lagi menjadi seperti katak yang merasa besar dalam tempurung. Pemerintah Kabupaten Asahan perlu merespons dinamika ini secara baik. Sudah bukan saatnya lagi pemerintahan di menej secara tertutup, apalagi sekarang sudah ada UU Kebebasan Informasi Publik.

sumber : ombudsman asahan


Blogger Asahan : Adipura, jangan jadikan simbol pura pura

Posted On 09.14 by Syahrizal Pulungan 1 komentar


Blogger asahan
Inilah monumen Adipura yang megah diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Asahan. Letaknya tidak jauh dari Kantor Bupati Asahan. Piala Adipura adalah simbol bagi pemerintah daerah yang dianggap berhasil menjaga kebersihan kota. Program Adipura merupakan salah satu program strategis Kementrian Negara Lingkungan Hidup yang bertujuan mendorong Pemerintah Daerah dan masyarakat berperan aktif dalam mewujudkan kota yang bersih dan teduh. Tahun ini, Asahan kembali meraih Piala Adipura!!

Tentu saja ini menjadi kebanggaan bersama warga Asahan. Namun, tidak berselang hari, kita disajikan suguhan ironi demi ironi! Setelah Piala Adipura didapat, Kisaran sebagai Ibukota Kabupaten Asahan mulai jorok, sampah menumpuk. Padahal sebelumnya kota Kisaran tampak bersih, namun hanya hitungan hari saja sampah limbah rumah tangga dan toko mulai berserakan di pinggir jalan protokol [sumber SIB 04/07/09]. Inilah potret buram masayarakat kita. Budaya bersih baru sebatas simbol untuk meraih Piala Adipura. Belum melekat menjadi bagian dari kehidupan yang harus tetap dipelihara. Lalu, masihkah kita berbesar hati? Pantaskah Asahan memperoleh Piala Adipura ditengah masih tumbuh suburnya budaya kotor dalam masyarakat dan pemerintahan di Asahan? Sadarkah kita warga Asahan yang mungkin selama ini terjebak pada budaya pura-pura? Kita baru sebatas pura-pura berbudaya bersih, dan Piala Adipura yang kokh berdiri itu hanyalah menjadi simbol kepura-puraan kita bersama.

sumber : http://seputar-asahan.blogspot.com


03 Agustus, 2009

Blogger asahan : Download panduan CEO dari google

Posted On 18.25 by Syahrizal Pulungan 0 komentar


Blogger asahan
Untuk mempermudah para blogger google telah menyediakan panduan SEO ke dalam berbagai macam bahasa, termasuk bahasa Indonesia.Bagi kita sebagai pemula Blogger asahan, mari sama sama kita pelajari untuk mengetahui dimana kesalahan kesalahan kita di dalam mengelola sebuah blog yang mengakibatkan blog kita tidak dilirik oleh Search Engine

Untuk yang berbahasa Indonesia silahkan download disini Untuk daftar Panduan SEO yang diterjemahkan kedalam 40 bahasa sebagai berikut :



sumber : Webmaster Central Blog


01 Agustus, 2009

Blogger asahan : Blogger Indonesia Diminta Buat Kode Etik

Posted On 12.21 by Syahrizal Pulungan 0 komentar


Blogger asahan.
Belajar dari peristiwa saudari kita Prita Mulyasari yang saat ini masalahnya diungkit kembali walaupun beberapa waktu yang lalu diponis bebas, hendaknya kita para blogger di dalam menulis sebelum dilakukan publis kita melakukan analisa ulang dan memikirkan dampak positif dan negatif apabila di publikasikan.

Dalam hal ini untuk tidak menjadi masalah bagi kita kita harus mengetahui undang undang IT, kalau yang belum punya silahkan download disini atau bisa juga disini
Disamping itu pula Direktur Jenderal Apilkasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Cahyana Akhmadjayadi meminta, pengguna blog (blogger) di Indonesia membuat kode etik yang bisa melindungi mereka dari kemungkinan tuntutan hukum.

Penyampaian ini didapat dari berita antarajatim.com selengkapnya :
Blogger Indonesia Diminta Buat Kode Etik

Jakarta - Direktur Jenderal Apilkasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Cahyana Akhmadjayadi meminta, pengguna blog (blogger) di Indonesia membuat kode etik yang bisa melindungi mereka dari kemungkinan tuntutan hukum.

"Para blogger memiliki kebebasan menulis pendapat dan pandangannya di dalam blognya, tetapi harus tetap bertanggung jawab, jangan sampai tulisan tersebut kemudian dijerat oleh pasal tertentu dari sebuah undang-undang," kata Cahyana Akhmadjayadi, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kode etik ini sangat penting bagi para blogger di Indonesia untuk mengetahui etika dan tata cara mengisi konten di blog mana yang boleh dan mana yang tidak boleh serta bisa melindungi para blogger dari kemungkinan tuntutan hukum.

Permintaan membuat kode etik kepada para blogger, kata dia, setelah berdiskusi dengan sejumlah pakar hukum berdasarkan pengalaman dari kasus Prita Muliasari.

Masukan dari pakar hukum, kata dia, wartawan meliput dan menulis berita bebas dari tuntutan hukum karena dilindungi oleh undang-undang dan kode etik, sejauh berita yang ditulisnya faktual dan sesuai kode etik.

Para blogger di Indonesia, kata dia, sudah ada undang-undang (UU) yang melindungi yakni UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, belum ada kode etik yang mengatur bagaimana etika menulis di blog. Apa yang boleh ditulis dan apa yang tidak boleh ditulis.

"Menulis diblog itu bebas, tetapi kebebasan tersebut tetap harus bertanggung jawab dan ada batasnya, jangan sampai menabrak hak azasi orang lain," katanya.

Ia mencontohkan Pasal 27 dari UU ITE tersebut, yakni mengenai penghinaan dan pencemaran nama baik.

Blogger yang memanfaatkan blognya dengan mengisi konten pornografi juga bisa dijerat dengan Pasal 27 mengenai perbuatan tidak senonoh.

Ia berharap dengan diterbitkannya kode etik maka hal-hal yang tidak sesuai dengan etika tidak perlu ditulis diblog.

Seorang blogger Indonesia, Enda Nasution mengatakan, lebih baik membuat semacam lembaga advokasi hukum yang bisa memberikan panduan dan rambu-rambu hukum kepada para blogger untuk menghindari kemungkinan tuntutan hukum.

Data dari Depkominfo, pada tahun 2009 ada sekitar satu juta blogger di antara 25 juta pengguna internet di Indonesia.
sumber : antarajatim.com